Judul : Metode Zikir Dan Doa Al-Ghazâlî
Penulis : Kojiro
Nakamura
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Cetakan : Juni 2018
Tebal : 206 Halaman
ISBN : 978-602-441-040-7
Berat : 240
Gram
Dimensi (P/L/T) : 16 Cm / 24
Cm/ 1 Cm
Jenis Cover : Soft Cover
Harga : Rp.59.000
Semua orang
pasti sudah tidak asing dengan doa. Doa tidak lepas dari kebutuhan kita dalam
kehidupan sehari-hari. Mustahil bila kita meyakini suatu agama tapi tidak
berdoa. Karena doa merupakan kerendahan hati untuk meminta dan memohon kepada
Sang Khalik.
Al-Ghazali
seorang pemikir muslim terkenal telah mengalami beberapa fase penyucian diri
dalam hidupnya. Pemikirannya tentang tasawuf, ia tuangkan dalam sebuah karya
terkenal dan paling berpengaruh. Salah satu karyanya yaitu Kitab Ihya’ Ulum
Al-Din.
Buku ini
merupakan bagian dari ikhtiar kecil dari penulis untuk mengklarifikasi
bagaimana Cara Penyucian (Diri) ala Al-Ghazali dalam bentuk wirid dengan
berfokus pada dzikir dan doa. Sumber utama yang digunanakan yaitu karya besar
Al-Ghazali, Ihya’ Ulum Al-Din, terutama Bab 9 “Tentang Dzikr dan Doa” dan Bab
10 “Tentang Wird”.
Dalam riwayat, Al-Ghazali menyelesaikan kitab Ihya’
Ulum Al-Din sepanjang perjalanannya di Jerussalem sambil mempraktikan jalan
tasawuf. Meski Ihya’ Ulum Al-Din bukannlah penjelasan tentang pengalaman
pribadinya. Namun kitab ini sangat sistematis dan memberikan penjelasan
yang lengkap tentang penyakit spiritual
dalam hati manusia yang dilengkapi dengan saran pengobatannya.
Tidak heran jika kitab Ihya’ Ulum Al-Din menjadi
rujukan awal yang penting dalam mengenal khazanah tasawuf. Sebagian besar kaum
Muslim menempatkan Al-Ghazali sebagai pemikir genius yang berhasil memadukan
fiqh dan tasawuf. Beliau dapat memadukannya secara mengesankan dan paling luas
diterima.
Di dalam
penyucian diri tentu tidak terlepas dari tauhid sebagai pengesaan Allah.
Persoalan tauhid termasuk tema yang sangat sentral dalam teologi skolastik
Muslim. Kategori tauhid menurut Al-Ghazali ada 3, yaitu (1)tauhidnya
orang-orang munafik yang melafalkan kalimat La ilaha illallah tapi hati mereka
tidak meyakini suatu kebenaran, (2)tauhidnya orang awam yang disebarkan oleh
para skolastik (mutakallim), (3)tauhidnya orang-orang yang tidak hanya memahami
teoritis tapi juga telah merealisasikan lewat pengalaman, penyingkapan, dan
penyaksian.
Al-Ghazali
menceritakan meditasi yang dilakukan oleh orang-orang shiddiq. Sehingga melihat
Tuhan seringkali dibandingkan dengan silaunya cahaya matahari. “Bermeditasilah
dengan makhluk Tuhan, tetapi bukan tentang Zat Tuhan”, dalil itu menyatakan
bahwa akal akan kebingungan jika memikirkannya. Bahwa tak seorang pun bisa
menegakkan pandangan melihat Tuhan kecuali orang-orang yang benar (Shiddiqun).
Bahkan mereka tidak bisa melakukannya dalam waktu yang lama karena kemuliaan
Tuhan laksana pandangan kelelawar melihat cahaya.
Cara terbaik
agar bisa terus mengingat Allah adalah dengan membuat dan membiasakan hidup
sehari-hari dengan mempraktikkan dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan berpikir
tentang Tuhan (al-wazha’if al-arba’ah). Penulis menyatukan antara dzikir dan
doa dengan bagian-bagian wirid. Namun, ada saat-saat dzikir dan doa yang
membutuhkan praktik khusus yang berbeda dengan praktik rutin harian.
Al-Ghazali
membagi siang ke dalam 7 wirid dan
membagi malam ke dalam 5 wirid. Dalam buku ini disimpulkan ada tiga tipe dzikir
mental dalam gagasan Al-Ghazâlî. Yang pertama, zikir dalam pengertian upaya
sadar untuk mengingat Tuhan tanpa jeda dan mengalihkan seluruh pikiran dan
gagasan kita kepada-Nya. Kedua, zikir ketika batin seseorang berada pada
tahapan yang lebih tinggi yang tidak perlu bersusah payah mengalihkan pikiran
mereka kepada Tuhan.Ketiga, zikir dalam
pengertian mengolah meditasi untuk menambah kondisi emosional dan mental tertentu.
Kelebihan buku ini adalah kepandaian penulis dalam ikhtiar
mengklarifikasi salah satu karya Al-Ghazali, kitab Ihya’ Ulum Al-Din. Buku ini
pun memuat begitu banyak rujukan di dalamnya sehingga pemahaman yang didapat
saat membaca buku ini lebih luas. Di dalam buku ini diterangkan dengan baik
uraian tentang pola hidup yang tepat bagi Muslim supaya dapat mempraktikkan doa
dan zikir di tengah kesibukan sehari-hari. Serta untuk memudahkan, buku ini
dilengkapi dengan bacaan doa-doa untuk saat-saat tertentu.
Sehingga buku ini cocok bagi mereka yang berkeinginan
memaknai dan memperbarui praktik-praktik zikir dan doanya. Sehingga kita tetap
terfokus beribadah kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Di samping itu, buku ini
juga sangat tepat bagi para pengkaji studi agama dan spiritualitas. Karena di
dalam buku ini terdapat perbandingan antara zikir dan doa dalam Islam dengan
praktik-praktik yang serupa yang berkembang di dalam tradisi agama lain.
Hanya saja,
buku ini kurang tersusun sistematis dalam menerangkan bagian-bagiannya. Serta
pada halaman-halaman tertentu terlihat begitu penuh sehingga saat membaca membuat mata menjadi merasa lelah atau
membosankan. Tetapi, cover buku yang di desain sangat simpel dan tidak terlalu terganggu.
Setelah
membaca buku ini, pembaca akan lebih memahami tentang dzikir dan doa beserta
praktik yang dibawa oleh Al-Ghazali. Sehingga pembaca dapat mengamalkan isi
yang ada di dalam buku ini.
Nama :
Aprilia Nur Islami (aprilianur_i@yahoo.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar