Meraih Impian menjadi Astronot | Film Iqro: My Universe


Tanggal rilis    

  •  11 Juli 2019 (Indonesia)
Sutradara
  • Iqbal Alfajri
Produser
  • Budiyati Abiyoga
  • Tyas Abiyoga
Penulis       
  • Aisyah Amirah Nasution
Cerita
  • Aisyah Amirah Nasution
  • Iqbal Alfajri
  • Budiyati Abiyoga
Pemeran
  • Aisyah Nurra Datau
  • Cok Simbara
  • Maudy Koesnaedi
  • Raihan Khan
  • Harris J
Musik             
  • Dwiki Darmawan
Sinematografi     
  • Anggi Frisca


Meraih Impian Menjadi Astronot

                        Aisha Nurra Datau, berperan sebagai Aqilla di Film Iqro My Universe. Film ini menceritakan seorang pelajar SMA yang mempunyai impian menjadi seorang Astronot. Tentu banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menggapai impiannya yang besar itu. 

Sosok Aqilla yang mempunyai semangat tinggi untuk menggapai impiannya itu, membuat film ini begitu menginspirasi banyak penonton. 


Adegan Aqilla sedang mempresentasikan penelitiannya di kelas

Dalam film, Aqilla menceritakan bahwa ia sangat mengidolakan kakeknya, Opa Aqilla. Hampir setiap hari ia menanyakan apapun tentang Astronot kepada Opa. Opa Aqilla merupakan seorang astonom dan senang berbincang dengan Aqilla.

Suatu hari, ada perlombaan membuat vlog tentang tokoh antariksa. Aqilla ingin mengikuti lomba tersebut dan kolaborasi dengan Opa. Namun Opa Aqilla sibuk karena harus berangkat ke Inggris untuk suatu penelitian. Aqilla kecewa karena hadiah pemenang lomba itu berupa diundang ke Pusat Penelitian Luar Angkasa di Inggris yang merupakan salah satu impiannya.

Adegan Aqilla saat menelpon Opa

Di suatu acara dan di tengah kekecewaannya, Aqilla bertemu dengan Tsurayya. Ia merupakan seorang Astronot wanita Indonesia yang sedang melakukan penelitian tanaman yang akan di kirim ke luar angkasa. Aqilla sangat senang dapat bertemu dengan Tsurayya.


Film keluarga yang Inspiring


                Film Iqro : My Universe  dirilis tahun 2019 yang merupakan Film kedua dari serial Iqro. Dari film pertamanya, Iqro : Petualangan Meraih Bintang. Film kedua lebih menampilkan bagaimana semangat juanga yang membara dari seorang gadis yang mempunyai impian yang begitu besar. 

Pada film ini juga sekaliagus mengapresiasi seorang Astronot Wanita pertama Indonesia yang berhasil ke luar Angkasa, yaitu Pratiwi Sudharmono. Sedangkan pada Film pertama, Film Iqro : Petualangan Meraih Bintang lebih menampilkan bagaimana dunia astronomi.

Film Iqro : My Universe sempat ditonton bareng atau NOBAR di YPM Salman ITB. Film ini ternyata ada kaitannya dengan Salman Film Academy dan Buumi Prasidi Bi-Epsi.

Film yang bergenre Drama/Anak anak ini terkandung banyak pesan moral yang dapat diambil. Pesan yang disampaikan pun sangat baik dan tidak terkesan menggurui sehingga menjadi nilai lebih pada Film Iqro My Universe. Film religi ini juga mengandung banyak tuntutan, diantaranya saat scene untuk selalu membaca Alqur'an. Pada bagian ini membuat para penonton agar tidak mudah melupakan Alqur'an.


 


Tentang Film

 Catatan Sebuah Kehidupan

Menonton Film | Berbicara seputar film  ataupun menonton film bagi saya itu adalah hal yang paling sering saya hindari, (paling membosankan). Disaat anak anak seumuran saya gila film (sangat menyenangi kegiatan menonton film), tetap saja tidak dapat membuat diriku untuk dapat menyenangi hal tersebut ......

Halo, nama saya April.. Mungkin dikenal dengan seseorang yang sulit untuk diajak asik. Ya, bagaimana tidak? Setiap diajak menonton film pasti jawabannya “Mangga”.

....

Sejak SMA saya berteman dengan orang orang yang hobinya menonton film. Yang kami lakukan disaat jam kosong, apalagi kalau bukan membuka laptop lalu menonton film. Film yang ditontonpun banyakmacamnya, ntah itu drama korea, film barat, anime, dan sebagainya.  Begitu pun saat selesai kerja kelompok atau sekedar ngumpul-ngumpul di rumah teman pasti “menonton film” adalah kegiatan yang tidak pernah tertinggal.

Tapi masalahnya setiap teman-teman saya asik menonton film, saya selalu tidak ikut menontonnya. Why ? Jujur saya memang kurang minat untuk menonton film seperti teman- teman yang lain. Terkadang saat yang lainnya fokus menonton film, saya pun fokus mengerjakan kegiatan yang lain.

Walau saya paksakan pun tetap saja aku tidak kuat untuk berlama-lama dan merasa cepat bosan saat menonton film. 

Tapi pernah suatu ketika ada mata pelajaran yang memberi tugas kelompok untuk meresensi suatu film. Ya mau tidak mau kita harus menonton filmnya dulu. Lalu saya menonton filmnya bersama teman kelompok. Ditengah tengah durasi film yang cukup panjang, saya nyeletuk “Mana ih gaada iklannya?”.. Teman sekelompok tertawa dan berkata, “Orang mah nonton film gamau ada iklan, inimah pengen ada iklan” .  Haha.. Dalam hati sih saya hanya bercanda karena saya sedikit bosan dan ingin ke toilet pada saat itu.

Akhirnya saya selesai menonton film itu dan dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru. Tapi, dengan begitu bukan berarti saya “Baru” menonton film. Saya sesekali menonton film, namun kadang tidak sampai tamat atau ada bagian yang terlewat. Karena saat menonton film saya lebih suka yang ada di tayangkan di televisi, yang tidak perlu mendownload dulu, durasi yang tidak terlalu lama karena ada iklannya, hehe.

Dan berbeda dengan menonton di bioskop, kalau nonton di bioskop ya berarti kita sudah punya niat untuk menonton film itu sampai akhir karena dari awal kita sudah membeli tiket.

Kalau ditanya apakah pernah menonton film drama korea? Tentu pernah. Hal itu berawal karena saat di rumah, Ibu saya sangat menyukai film drama korea yang ditayangkan di televisi. Karena sering ditonton oleh Ibu, dan saya pun ingin menonton tayangan yang lain tapi tidak diperbolehkan karena Ibu sedang menonton film drama korea, akhirnya ikut menontonnya. Dan benar saja, hal ajaib pun terjadi. Saya jadi punya rasa “ketagihan” pada film drama korea. Yang mungkin ini juga dirasakan oleh orang lain yang “gila” film. Tapi setelah film drama korea yang ditayangkan di televisi tamat, saya berhenti untuk tidak mencari film drama korea lagi karena takut “ketagihan” lagi. Yang dimana pikiran saya pada saat itu menganggap hal itu terlalu menghabiskan waktu saja.

...

Saat menginjak bangku kuliah, ternyata saya kembali dikumpulkan dengan orang –orang yang menyenangi film. Jurusan yang kebetulan di ambil pun ternyata tidak jauh dari hal yang berbau “film”.

Awalnya saya tidak sempat berfikir dan tidak mencari tau banyak tentang jurusan yang saya lakoni saat ini. Saya hanya berdoa pada Allah, minta diberikan yang  terbaik dan mempasrahkan hasil usaha yang saya lakukan. Dan mungkin tangan yang dianggap asal-asalan memilih jurusan ini mengantarkan saya pada kehidupan yang terbaik, walau dipersatukan dengan sesuatu yang kurang saya senangi saat itu.

Disaat itulah saya kembali bertemu dengan orang orang gila film. Tapi walaupun begitu, saya masih dapat menerima kegilaan mereka pada film. Yang intinya tidak benci-benci amat  sama yang namanya film.

... 

Di kampus pun saya sempat mengikuti Komunitas Film. Di dalam nya pun saya disuruh untuk membuat sebuah film. Hal yang cukup menantang saat itu, orang yang jarang menonton film tiba-tiba ditugaskan membuat sebuah film.  Lucu memang, tapi seru.

Walau saya terlihat kurang menyukai film, tapi saya pernah punya pengalaman mengedit. Karena saat SMA, saya mengikuti Komunitas IT yang tidak jauh berurusan dengan dunia Komputer, Kamera, Editing, dan sebagainya.

Ketika ditugaskan membuat film di Komunitas Film, saya melihat bagaimana proses membuat film yang baik. Apa saja yang harus dipersiapkan. Pengambilan gambar yang baik. Dan masih banyak lagi sesuatu yang saya pelajari tentang perfilman. Dan dari situ pula saya merasakan bagaimana lelahnya membuat sebuah karya, film. Ada suka ada duka.

Begitupun saat di kelas, tidak jauh dari tugas “membuat film”. Akupun cukup tertarik dan melakoni hal ini dengan lapang dada karena saya pun ingin terus belajar.

Pada saat pembuatan film pun banyak pelajaran dan pengalaman yang di dapat. Ntah itu tentang kerjasama, kekompakan, mengelola waktu, mengatur emosi, dan lainnya.Yang ternyata ada kebanggaan tersendiri yang muncul saat menonton film yang  sudah dibuat bersama itu.

Dari situ saya termotivasi untuk dapat membuat sebuah karya short movie di lingkungan pesantren. Karena pada saat itu saya kuliah sambil tinggal di pondok pesantren.

...

Di pesantren, setiap ada suatu acara saya sering ditugaskan Ustadz untuk mengabadikan moment. Ntah itu mengambil gambar atau sekedar membuat brosur/pamflet. Saya bingung kenapa saya bisa sampai di titik ini dengan ditugaskan seolah-olah seperti anak media.

Tapi setelah saya ingat-ingat, Ustadz saya pernah meminta bantuan kepada santrinya siapa yang bisa mengedit foto. Lalu saya mengajukan diri untuk menolong Ustadz yang sedang butuh bantuan. Dan mungkin dari situlah hingga saya sering ditugaskan lagi.

Sehingga, akhirnya saya ditunjuk Ustadz untuk menjadi Tim Media pesantren. Yang dimana tiu merupakan peluang bagi saya untuk membuat film dakwah. Saya sempat menyelipkan “project” membuat karya Short movie dakwah pada program kerja pesantren. Saya ingin semua santri ikut masuk dan belajar tentang dunia perfilman dakwah bersama bantuan rekan-rekan yang sudah paham tentang perfilman. Namun rencana itu belum dapat diwujudkan karena beberapa hal kendala keadaan.

...

Tidak di kelas tidak di pesantren, ternyata orang yang minat terhadap sebuah film itu cukup tinggi. Ada orang yang ketika bosan tidak ada kerjaan dia memilih untuk menonton film, ada yang sedang putus cinta pun dia lampiaskan lewat menonton film, ada yang sambil menunggu waktu buka puasa pun dia habiskan untuk menonton film. Bahkan saya pun sempat terkejut ada orang yang mengaku dirinya sedang “Marathon” menonton film.  Ada pula yang mengaku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton film dan istirahat hanya untuk ke toilet, sholat, makan.

...

Saat saya pergi ke pesantren salafi pun, tidak terlepas dari santri-santrinya yang suka menonton film. Mereka memanfaatkan laptop yang dipakai santri mahasiswa untuk menonton film. Karena di pesantren salafi tidak terlalu banyak santri yang kuliah, dan bagi santri yang tidak kuliah semua hape dikumpulkan. Adapun saat pembagian Hape setiap Jumat, pasti aja saja yang dipakai untuk menonton film. Atau setiap libur mengaji, pasti banyak santri yang menonton film bersama sama.

...

Kalau dilihat lihat memang jalan kehidupan seseorang itu ada lucu nya juga. Ada hal yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun, lalu terjadi kepada kita dan menjadi sebuah pembelajaran dan pengalaman tersendiri.

Hingga saya teringat potongan ayat “...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah: 216)

Bisa saja ketika kita punya rencana A, tetapi akhirnya berjalan ke B bisa jadi rencana B lah yang akan mengantarkan kita pada kebaikan.

...

Mungkin itu sekelumit kisah saya dengan kehidupan nyata yang tidak disangka. Saya menulis apa adanya, bukan karena ingin dipandang menjadi sosok pecinta film hingga berpura-pura menyukai sebuah film. Karena menurut saya, Tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain  untuk dikenal, karena menjadi diri sendiri itu lebih baik. Saya tegaskan bukannya saya benci menonton film, mungkin bisa saja lambat laun ada yang membolak balikan hati hingga saya menjadi pecinta film.

...





Nama  : Aprilia Nur Islami

NIM     : 1174020022

Kelas    : KPI 7A

Email   : aprilianur_i@yahoo.com


 

 

 

[Traveling] Tadabbur Alam Tanda Syukur Santri


Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Faqih Dua mengadakan tadabbur alam ke Panorama Wisata Tangga Seribu Bukit Manglayang, Cibiru.
Tadabbur alam diadakan sebagai tanda syukur santri yang telah mengkhatamkan Kitab Ta’lim Muta’alim.
Perjalanan menuju lokasi dimulai jam 3 dini hari dengan menggunakan mobil.
Dimulai sejak subuh karena untuk mendapatkan View yang indah saat telah sampai di lokasi.
Kemerlap lampu kota menemani perjalanan sebelum akhirnya mendapatkan View yang indah.
Santri harus menaiki tangga yang jumlahnya cukup banyak. Itulah mengapa tempat ini dinamakan Tangga Seribu.
Diperjalanan kami disambut fajar yang mulai menyingsing. Moment  ini sangat cocok untuk para santri mengabadikan waktu tersebut.
Tidak sia-sia para santri menaiki tangga yang jumlahnya cukup banyak. Dan akhirnya dapat menikmati ciptaanNya yang sangat indah.
Tidak sampai disitu, perjalanan dilanjutkan sampai puncak yang tidak kalah indahnya saat di tengah perjalanan tadi. Sejauh mata memandang, terlihat pemandangan kota Bandung bagian timur yang sangat indah.
Matahari dan dinginnya pagi pun menemani hari itu. Hari yang cerah untuk melihat keindahan CiptaanNya dan mensyukuri apa yang telah diberikan olehNya.



Akhir cerita,  ditutup dengan para santri yang mengabadikan moment indah dan mensyukuri KaruniaNya.

Portofolio Jurnalisme Dakwah

Tugas Portofolio  Jurnalisme Dakwah
 Berita
    1. "Ragam Kegiatan Masjid Fathul Khoer"

    2. "Semangat Ngaji Tak Pernah Padam, Walau Jamaah Mulai Berkurang"

    3. "Ustadz Dodo : Takwa Harus Dimiliki oleh Setiap Muslim"

    4. "Abah Iding: Masjid Fathul Khoer, Sejarah Masjid Tertua di Cibiru"

 Feature Tokoh
    5. "Dibalik Keramahan Pengurus Pengajian Ibu-ibu"

 Opini
    6. "Bibit Busuk Jatuhnya Moral Elite Politik"

    7. "Katanya Bebas Berpendapat, Tapi Kok Dibatas"

    8. "Buang Sampah Pada Tempatnya Itu Tidak Rugi"

 Video
    9. "Jangan Mengawali Berbuat Dosa"

  10. "Engkau Bersama yang Dicintai"

 Essay
  11. "Adab dan Ilmu, Dua Hal yang Penuh Makna"

 Resensi
  12. "Kesungguhan Al-Ghazali dalam Penyucian Diri"




Tentang Jurnalisme Dakwah
         Mata Kuliah Jurnalisme Dakwah ini dipelajari saat saya di tingkat semester 3 bangku perkuliahan. Dengan dosen Pengampu Dr. Uwes Fatoni, M.Ag ,.Saat saya mempelajari matkul Jurnalisme Dakwah, saya merasa wawasan jurnalistik dan  pengalaman bermasyarakat saya bertambah. Karena dalam prakteknya melibatkan warga sekitar sehingga ada interaksi sosialnya.
        Suatu waktu dosen pernah menugaskan saya untuk memilih satu masjid terdekat kampus untuk dijadikan sumber tugas. Saya memilih Masjid Fathul Khoer yang beralamat di Babakan Sari, kel. Pasir Biru, Cibiru. Berinteksi dengan masyarakat disana rasanya sangat menyenangkan karena orang-orang nya yang ramah. Ditambah ibu pengurus pengajiannya yang baik dan membantu memudahkan saya dalam menyelasaikan tugas Jurnalisme Dakwah.
         Kelebihan matkul ini yaitu disiplin dalam memberi tugas, sehingga mahasiswa dilatih untuk bekerja dan belajar mengerjakan tugas tepat waktu. Walau terkadang tugas yang diberikan suka bentrok atau bertambah diwaktu-waktu tertentu. Sehingga mahasiswa yang mengerjakannya suka kewalahan. Tapi dengan begitu, tugas dan ilmu yang diberikan dosen tersebut akan berguna suatu saat nanti dan akan terasa manfaatnya di masa yang mendatang jika kita menyadarinya.
          Kekurangan yang ada di matkul ini yaitu kurangnya penjelasan sebelum mengerjakan suatu tugas, sehingga mahasiswa sedikit bingung. Namun tidak selalu begitu, ada pula dosen menjelaskan terlebih dahulu lalu memberi tugas.
          Keahlian yang sekarang dimiliki yaitu sudah mulai bisa membuat karya tulis sendiri. Karya yang saya buat saya postingkan semua di blog pribadi saya , di http://aprilianrslmii.blogspot.com/ .  Setelah matkul ini saya akan terus membuat blog saya hidup dengan tulisan tulisan sederhana yang telah saya pelajari sebelumnya.
          Antara Aneh dan Nyata...
Sering saya melihat seorang guru/dosen yang  Disiplin, Tegas, Benar yang sebenarnya menginspirasi dan memotivasi . Tapi justru Siswa/Mahasiswa terlihat kurang menyukai sosok pengajar seperti itu.
Ini nyata dan saya sering melihat pengalaman seperti itu.
Sehingga saya pun berpikir...

ÙˆَعَسَÙ‰ٰ Ø£َÙ† تُØ­ِبُّوا Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ø´َرٌّ Ù„َّÙƒُÙ…ْ ۗ Ùˆَاللَّـهُ ÙŠَعْÙ„َÙ…ُ ÙˆَØ£َنتُÙ…ْ Ù„َا تَعْÙ„َÙ…ُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)


          Jika bicara impian saya ingin kemana ? | Saya tidak ingin menceritakannya, cukup diri & Allah saja yang tau.
Karena menceritakan impian  kepada orang lain, akan berbuah kecewa jika itu ternyata tidak sesuai kenyataan.




    --- Menjadi baik di masa mendatang bukan ditentukan seberapa banyak kamu bersantai dalam kenikmatan.
Tapi seberapa kuat kamu tidak mengeluh saat menghadapi ujian yang bertubi-tubi dalam pahitnya kehidupan. ---






Nama  : Aprilia Nur Islami
Kelas  : KPI/3A
NIM   : 1174020022
Email: aprilianur_i@yahoo.com
Instagram : @aprilianrslmi_

I





[Traveling] Pantai Menganti Kebumen

Siapa yang tak suka dengan Wisata Alam Pantai ?



Hamparan pasir putih yang indah dan warna air laut yang biru membuat mata tak lelah memandang. Keindahan alam yang satu ini datang dari Pantai Menganti. 


Ini adalah foto fajar di sepanjang perjalanan menuju lokasi.

Sebelum sampai tujuan, kita harus melewati sebuah bukit. Terlihat pantai yang berwarna biru dari atas bukit.




 Pantai yang berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah ini  selalu ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal.


 Untuk mencapai pantai ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Kebumen Kota ke daerah Pantai Menganti. Pengunjung diharapkan berhati-hati saat melewati jalan yang cukup terjal dan menantang. 


Jalan yang menanjak dan berkelak-kelok akan terbayar setelah anda melihat pesona keindahan Pantai Menganti dari atas bukit di sepanjang  perjalanan menuju lokasi Pantai Menganti ini. 


Jembatan Merah menjadi tempat favorit berswafoto saat Anda datang ke Pantai Menganti.





Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Pantai Menganti ini adalah pagi hari sebelum terbitnya matahari. Sehingga setelah sampai di lokasi, anda dapat langsung menikmati keindahan matahari pagi di Pantai Menganti.

[Human Photograph] Pasar Manglayang



                   Pasar Minggu yang terletak di bawah Bukit Manglayang, Cibiru ini selalu dipadati warga. Tak heran jika 1 kilometer jalan dipenuhi oleh para pedagang. Dagangan yang dijajakan pun beragam, mulai dari makanan, peralatan rumah tangga, pakaian, dan sebagainya. Pasar ini buka setiap hari Minggu pagi sekitar jam 6 sampai jam 10 siang. Ramainya pedagang dengan jalan yang cukup sempit ini membuat pengunjung harus berhati-hati, karena banyak aksi pencopetan yang terjadi disini.

[Makalah] Pengantar Ilmu Jurnalistik

JURNALISTIK ELEKTRONIK
MAKALAH
diajukan untuk memenuhi Tugas Kelompok  Mata Kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik

Dosen   : Drs. Dadan Suherdiana, M. Ag
Asst       : Dudi Rustandi,M.I.Kom

Anggota Kelompok :


Abdul Azis Said  (1174020001)
Acep Mohammad Kholis Munir (1174020002)
Agfar Firdaus Gumilar (1174020006)
Ahmad Rifa'i Yusuf  (1174020010)
Alfi Nurfaizin (1174020014)
Aprilia Nur Islami (1174020022)
Aufia Muslimatun Nisa (1174020026)
Bisri zaenul mukti (1174020030)
Desy Rahmasari (1174020035)
Dinda salsabila (1174020039)
Fahrijal Nasri Alghifari (11174020044)



KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018

KATA PENGANTAR

Ucapan puja-puji dan syukur hanya semata milik Allah SWT. Hanya KepadaNya lah kami memuji dan bersyukur, meminta ampunan dan pertolongan. Kepadanya juga lah kita meminta perlindungan dari kejelekan diri dari syaiton yang senantiasa membisikkan kebatilan kepada hati kita. Dengan rohmat serta pertolongan-Nya, puji syukur, akhirnya makalah tentang pembahasan seputar “JURNALISTIK ELEKTRONIK” ini bisa terselesaikan dengan lancar.
Kami  menyadari sepenuh hati bahwa tetap terdapat kekurangan yang ada pada makalah ini. Kami menantikan kritik dan saran yang membangun dari setiap pembaca untuk materi evaluasi kami mengenai penulisan makalah selanjutnya. Kami berharap hal itu semua dapat dijadikan cambuk buat kami supaya lebih mengutamakan kualitas makalah ini di masa yang selanjutnya.








Bandung, Desember  2018

Penyusun



                                                                                        DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………....................
Daftar Isi……………………………………………............…….............
BAB Pendahuluan
A.      Latar Belakang………………………………..……..........
B.      Rumusan Masalah.....……………………………..........
C.      Tujuan …………………………....................................
D.      Manfaat …………………………….....………………..........
BAB II  Pembahasan
A.      Pengertian jurnalistik elektronik..........................
B.      Sejarah dan perkembangan jurnalistik elektronik.
C.      Macam-macam jurnalistik elektronik..................
D.      Tujuan fungsional dari jurnalistik elektronik........
E.       Peranan Jurnalistik Elektronik.............................
F.       Keunggulan Jurnalistik Elektronik........................
G.     Kekurangan jurnalistik elektronik........................
BAB III  Penutup
A.      Kesimpulan………………………………........................
B.      Saran…………………….............................................
Daftar Pustaka







BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Kegiatan jurnalistik sebenarnya sudah lama dikenal manusia di dunia ini, karena selalu hadir di tengah-tengah kita, seiring dengan kegiatan pergaulan hidup manusia yang dinamis, terutama sekali di era informasi dan komunikasi dewasa ini.
Pada zaman dahulu, kegiatan jurnalistik tentu saja masih sangat sederhana dan medianya belum berupa koran, tabloid, majalah, radio, televisi, apalagi internet. Seiring perubahan dan perkembangan zaman, kegiatan jurnalistik pun mengalami proses yang sangat dinamis. Dengan munculnya media internet, kegiatan dan cabang jurnalistik pun turut berubah.
Media massa elektronik pun harus menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan. Seperti televisi dan radio. Bersifat periodik. Dalam komunikasi massa media tersebut, lembaga penyelenggaraan komunikasi bukan secara perorangan, melainkan melibatkan benyak orang dengan organisasi yang komplek serta pembiayaan yang besar. Karena media televise bersifat transitory (hanya meneruskan) maka pesan-pesan yang disampaikan melalui komunikasi massa media tersebut, hanya dapat didengar dan dilihat secara sekilas. Pesan-pesan di televisi bukan hanya didengar, tetapi juga dapat dilihat di dalam gambar yang bergerak (audio visual)
Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai jurnalistik elektronik. Yang dapat diartikan komunikasi massa media televisi ialah proses komunikasi antar komunikator dengan komunikan atau massa melalui sebuah sarana yaitu televisi.

B.      Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian jurnalistik elektronik ?
b.      Bagaimana sejarah dan perkembangan jurnalistik elektronik ?
c.       Apa saja macam-macam jurnalistik elektronik ?
d.      Apa tujuan fungsional dari jurnalistik elektronik ?
e.      Apa peranan jurnalistik elektronik ?
f.        Apa keunggulan jurnalistik elektronik ?
g.       Apa kekurangan jurnalistik elektronik ?

C.      Tujuan
a.       Untuk mengetahui pengertian jurnalistik elektronik
b.      Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan jurnalistik elektronik
c.       Untuk mengetahui macam-macam jurnlistik elektronik
d.      Untuk mengetahui tujuan fungsional dari jurnalistik elektronik
e.      Untuk mengetahui peranan jurnalistik elektronik
f.        Untuk mengetahui keunggulan jurnalistik elektronik
g.       Untuk mengetahui kekurangan jurnalistik elektronik

D.     Manfaat
a.       Mengetahui pengertian jurnalistik elektronik
b.      Mengetahui sejarah dan perkembangan jurnalistik elektronik
c.       Mengetahui macam-macam jurnlistik elektronik
d.      Mengetahui tujuan fungsional dari jurnalistik elektronik
e.      Mengetahui peranan jurnalistik elektronik
f.        Mengetahui keunggulan jurnalistik elektronik
g.       Mengetahui kekurangan jurnalistik elektronik





BAB II
                                      PEMBAHASAN

A.     Pengertian Jurnalistik Elektronik
Jurnalistik adalah sebuah kegiatan untuk mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menyajikan berita atau artikel sampai menyampaikan kepada khalayak (massa) dengan menggunakan media tertentu. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita. Maka pers dan jurnalistik di muat pada sebuah karya yang harus menarik agar pembaca tertarik untuk menikmati berita yang kita sajikan.
Sesuai dengan pengertiannya juga maka hasil dari proses mencari, mengumpulkan, mengolah dan menulis berita hingga menyampaikannya kepada khalayak dalam bentuk media massa. Media massa adalah wadah, tempat yang menampung segala bentuk berita informasi, kejadian yang dikemas dengan menarik.
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka hasil karya jurnalistik yang dikemas dalam media massa juga berkembang dari segi bentuk, cara menyajikan bahasa dll.
Sedangkan Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya. Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familiar bagi pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media baru pada umumnya berbentuk digital.
Jadi, Jurnalistik elektronik disebut juga Broadcast Journalism, yakni proses jurnalistik yang hasil liputannya disebarkan melalui media radio dan televisi.

B.      Sejarah Dan Perkembangan Jurnalistik Elektronik
Berasal dari kata Diurnalis -Journal berarti tiap hari, orang yang melakukan pekerjaan tiap hari. Di Roma 2000 tahun, Acta Diurna (Suatu tindakan-tindakan atau peristiwa harian) senat yang ditempel sebagai pengumuman. Jadi jurnalistik adalah suatu kejadian dalam sehari-hari yang membawa informasi yang sangat penting dan semua orang harus tahu (straightnews)
Dalam sejarah, pada hakehatnya jurnalistik televisi lahir karena perkembangan teknologi. Bermula dengan diketemukannya Electrische Teleskop sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin, paul nipkov, untuk mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ketempat lain. Hal ini terjadi antara tahun 1883-1884. Paul Nipkov diakui oleh seluruh dunia sebagai bapak televisi.
Setelah 100 tahun, perkembangan pertelevisian dunia menjadi sangat pesat. Dan bahkan telah menggeser radio, sesama media elektronika yang sebelumnya telah merebut hati dunia. Trilogi televisi yang terdiri dari studio pemancar pesawat televisi, dan mekanisme kerjanya sehingga penonton televisi dapat mengikuti siaran televisi, sangat menarik untuk dipelajari. (J B. Wahyudi, BA:1984)
Televisi, merupakan perkembangan medium berikutnya setelah radio yang ditemukan dengan karakternya yang spesifik yaitu audio visual. Peletak dasar utama teknologi pertelevisian adalah Paul Nipkow dari Jerman pada tahun 1884. Ia menemukan alat yang disebut sebagai Jantra Nipkow atau Nipkow Sheibe. Penemuannya tersebut melahirkan electrische teleskop atau televisi elektris.

Perkembangan
Gambar dan kata-kata merupakan hal penting dalam jurnalisme televisi. Kamera menjadi mata pemirsa dalam melihat kejadian. Televisi merupakan media massa paling hebat dibanding semua pendahulunya. Televisi tidak mengenal batas. Televisi adalah fenomena yang muncul dari fenomena gelombang kemajuan abad ke-20, di dalam penyempurnaan teknologi. Televisi melipatgandakan efek media dalam menjalankan tugas, memberikan informasi, pendidikan, hiburan dan bimbingan.
Seiring kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harian maka tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia).
Jurnalistik bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Pengertian tersebut tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dan sebagainya, akan tetapi meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi.
Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism). Dahulu kegiatan jurnalistik dilakukan dengan cara-cara manual, mulai dari pencarian berita hingga kepada kegiatan pelaporan berita atau pengumpulan berita dilakukan dengan cara yang masih sangat sederhana. Hal ini dikarenakan dahulu alat-alat pendukung kegiatan jurnalistik masih minim sekali. Selain itu juga jurnalistik pada zaman dahulu hanya dipahami sebagai publikasi secara cetak. Tetapi sekarang tidak hanya dari situ saja, media elektronik juga ikut andil dalam hal pemberitaan serta sebagai pelaku media massa.
Dapat dilihat bahwa sekarang ini dunia teknologi semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut juga memengaruhi perkembangan jurnalistik. Pada zaman dahulu hanya seorang jurnalis profesional yang mampu melakukan kegiatan jurnalistik. Dimana kegiatan jurnalistik yang dimaksud adalah mencari, mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan berita kepada masyarakat luas. Akan tetapi saat ini, kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan oleh jurnalis profesional.
Dengan ditemukan teknologi internet, kegiatan jurnalistik dapat dilakukan  oleh siapa saja, tanpa harus memiliki backgroun sebagai jurnalis profesional. Setiap orang bisa melakukan kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan berita kepada masyarakat luas. Istilah yang digunakan untuk perkembangan jurnalistik tersebut yakni citizen journalism. Dalam citizen journalism, semua anggota masyarakat mampu melakukan kegiatan jurnalistik tanpa memandang latar belakang pendidikan dan keahlian. Kehadiran citizen journalism mendorong setiap orang untuk berani menulis dan melaporkan informasi/berita kepada banyak orang tanpa memerlukan label atau status jurnalis profesional.

C.      Macam-Macam Jurnalistik Elektronik
Karna berkembangnya ilmu pengetahuan, maka disamping ada media cetak, maka ada pula karya jurnalistik elektronik atau penyiaran. Media elektronik atau penyiaran adalah Semua kegiatan yang memungkinkan adanya siaran yang meliputi segala aspek ideal, perangkat lunak, dan keras yang menggunakan saran pemancar/transmisi baik didarat maupun diantariksa dengan mengunakan gelombang elektromagnetik atau jenis gelombang yang lebih tinggi untuk dipancar luaskan kepada khalayak. Segala peralatan yang digunakan untuk memperlancar aktifitas penyiaran disebut sebagai media massa periodic elektronik.
1.       Radio
Radio adalah media yang bersifat auditori (untuk didengar). Karena itu, menyampaikan informasi melalui radio relatif lebih sulit dibandingkan dengan televisi. Ketika pembaca berita menyajikan informasi, ia harus bisa menggambarkan peristiwa tersebut secara jelas, sehingga bisa ditangkap oleh imajinasi pendengar. Inilah yang membuat radio disebut sebagai theatre of mind.
Penulisan teks berita radio (untuk dibaca oleh news reader) harus menggunakan bahasa yang mudah dibaca oleh news reader dan mudah pula didengar oleh audiens. Untuk mencapai tujuan tersebut, jurnalis radio menggunakan teori ELF (Easy Listening Formula), yaitu penulisan yang jika diucapkan, mudah didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama. Karena dalam radio tidak ada pengulangan. Tidak seperti media cetak yang bisa dibaca beberapa kali oleh penerima informasi.
Walaupun radio identik dengan hiburan, namun tidak berarti semua radio melulu menyuguhkan hal itu. Seiring berkembangnya dunia jurnalistik, banyak radio khusus berita yang tumbuh dan berkembang, bahkan dengan sangat pesat. Sebagai contoh, kita mengenal radio Elshinta dan Trijaya Network. Kedua radio ini menyuguhkan beragam informasi dan berita. Tidak menjadikan musik atau hiburan sebagai produk utama.
Di kancah internasional kita mengenal radio VOA (Voice of America). Radio ini merupakan radio khusus berita yang sudah mendunia. Berita disajikan dalam berbagai bahasa. Tentu saja berita itu datang dari berbagai penjuru dunia.
Pada awalnya, tumbuh keraguan terhadap media-media elektronik yang secara khusus menyajikan produk jurnalistik. Karena media elektronik identik dengan hiburan. Kehadiran media elektronik yang malulu menyuguhkan berita, hanya akan membuat masyarakat jenuh untuk menyaksikan dan mendengarkannya. Namun itu semua tidak terbukti, justru kehadiran radio dan televisi khusus berita menghilangkan dahaga masyarakat, dan memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi. Mengingat kurangnya porsi pemberitaan yang ada pada media hiburan.
Kelebihan dari media ini, bisa cepat langsung di terima di public, pesannya mempunyai kekuatan mempersuasi secara emosional, proses produksinya sederhana dan fleksibel, khalayaknya khusus, harga pesawatnya terjangkau dan bisa dibawa kemana-mana, biaya produksi rendah, bisa menjangkau wilayah yang sulit bahkan melalui batas Negara, isi pesan mampu dipahami oleh siapa saja termasuk yang tidak bisa membaca. Namun kekurangannya, pesan media ini berlalu begitu cepat dan tidak bisa diulang kembali. Bila tidak digarap dengan baik maka dengan mudah pendengar bisa langsung memindah gelombang radionya, umpan balik membutuhkan waktu sehingga sulit untuk melakukan evaluasi.

2. Televisi
Televisi adalah Media massa elektronik yang bersifat audio visual serta kemampuan memainkan gambar sehingga mampu menstimulasi pendengaran dan pengelihatan. Namun Prinsip dasar televisi lebih rumit, karena suara dan gambar diatur sedemikian rupa agar tersaji dan diterima oleh khalayak secara sikron.
Berdasarkan pengamatan para ahli pertelevisian, informasi dari televisi diingat lebih lama dibanding dengan yang diperoleh melalui membaca (media cetak). Sekalipun informasi yang disuguhkan persis sama. Hal itu karena terdapatnya visualisasi berbentuk gambar bergerak dalam televisi. Visualisasi tersebut berfungsi sebagai penambah dan pendukung narasi yang dibaca reporter atau newsreader. Jadi, dalam menerima informasi, khalayak tidak hanya menggunakan satu indera, melainkan dua indera sekaligus. Yaitu mata dan telinga.
Hal inilah yang menjadi keunggulan media televisi dibanding media informasi lainnya. Efisiensi jurnalistik televisi pun lebih meyakinkan.
Berbagai macam produk jurnalistik televisi disuguhkan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Diantara produk-produk jurnalistik televisi tersebut adalah:
a. News (berita)
Setiap televisi memiliki acara khusus berita. Baik itu televisi pemerintah, swasta, bahkan lokal. Sebagai contoh, di SCTV terdapat program Liputan 6, Trans TV memiliki program Reportase, RCTI dengan Seputar Indonesia, dan lain sebagainya.
b. Interview (wawancara)
Program wawancara ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari program news. Namun kini, kebanyakan televise memilih membuat acara khusus untuk wawancara narasumber terkait masalah-masalah aktual.
c. Feature
Produk jurnalistik seperti ini menyajikan berita ringan. Seperti tempat-tempat wisata, aneka makanan, kebudayaan, dan lain sebagainya.
d. Editorial
Dalam jurnalistik media cetak kita mengenal istilah tajuk rencana. Begitu juga dengan media elektronik. Melalui editorial, redaktur menuturkan opini dan sikap resmi media tersebut dalam menanggapi suatu permasalahan yang sedang ramai di tengah masyarakat.
e. Live reporting atau siaran pandangan mata
Laporan pandangan mata merupakan program siaran langsung dari tempat kejadian. Sering juga disebut on the spot reporting. Namun tidak semua pelaporan jenis ini disiarkan langsung pada waktu yang sebenarnya. Sebagai contoh, tidak semua pertandingan sepak bola disiarkan secara langsung, melainkan ada pula yang merupakan siaran tunda.

D.     Tujuan Fungsional Dari Jurnalistik Elektronik
Fungsi dan Peran Jurnalistik
Pers atau bidang kerja jurnalistik pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai:
1.          Pemberi informasi.
Pemberi informasi – Fungsi utama pers adalah pemberi informasi atau menyiarkan informasi kepada pembaca (publik). Informasi yang disajikan melalui karya-karya jurnalistik, seperti berita (straight news), feature, reportase dan lainnya, memang sesuatu yang sangat diharapkan publik pembaca, ketika membaca, membeli dan berlangganan media pers. Informasi yang disampaikan pun beragam jenisnya. Tidak hanya sebatas informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa, tetapi juga bersifat ide, gagasan-gagasan, pendapat atau pikiran-pikiran orang lain yang memang layak untuk disampaikan ke publik pembaca.
2.          Pemberi hiburan.
Pemberi hiburan – Media pers juga punya fungsi untuk menghibur publik pembaca. Menghibur dalam kaitan meredakan atau melemaskan ketegangan-ketegangan pikiran karena kesibukan aktivitas kehidupan. Jadi, informasi yang disajikan media pers tidak hanya berita-berita serius atau berita-berita berat (hard news), tapi juga berita-berita atau karya jurnalistik lainnya yang mampu membuat pembaca tersenyum, dan melemaskan otot-otot pikirannya. Karya-karya menghibur itu bias ditemukan dalam bentuk karya fiksi, seperti cerpen, cerita bersambung, cerita bergambar, karikatur, gambar-gambar kartun, bahkan juga tulisan-tulisan yang bersifat human interest.
3.          Pemberi kontrol (alat kontrol sosial)
Pemberi kontrol (alat kontrol sosial) – Fungsi pemberi kontrol atau sebagai alat kontrol sosial merupakan fungsi penting yang dimiliki pers. Sebagai media penyampai informasi, media pers tidak hanya sebatas menyampaikan atau memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa, akan tetapi berkewajiban juga menyampaikan gagasan-gagasan maupun pendapat yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Bila ada suatu kebijakan, baik dari pemerintah maupun lembaga-lembaga tertentu, yang dipandang tidak sesuai atau berlawanan dengan kepentingan masyarakat, media pers punya kewajiban untuk mengingatkan. Cara mengingatkannya dilakukan melalui tulisan di tajuk rencana maupun karya jurnalistik lainnya.
4.          Pendidik masyarakat.
Pendidik masyarakat – Fungsi sebagai pendidik masyarakat ini juga merupakan fungsi penting yang disandang media pers. Dalam pengertian yang luas, pers berkewajiban mendidik masyarakat pembacanya dengan memberikan beragam pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi peningkatan nilai kehidupan. Sajian-sajian karya jurnalistiknya haruslah mencerahkan dan memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan yang luas, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman atau pengertian baru tentang kehidupan yang lebih maju dibanding sebelumnya.
Dengan fungsi-fungsinya itu pers memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat. Melalui pengaruhnya, pers (media cetak dan media elektronik) dapat membawa dan menyampaikan pesan-pesan maupun gagasan-gagasan (dikemas dalam karya jurnalistik) yang membangun dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Demikian pula dalam pembangunan di bidang sosial-budaya, atau bentuk-bentuk kehidupan di dalam masyarakat, misalnya dalam mewujudkan terjadinya perubahan sosial atau peralihan masyarakat tradisional ke masyarakat modern, pers dengan pengaruhnya dapat mempercepat proses perubahan sosial maupun peralihan itu.
Pers melalui karya-karya jurnalistik yang disajikannya mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam menciptakan suatu sikap pembaharuan dalam perilaku dan tatanan sosial serta sikap budaya masyarakat. Khususnya dalam memperbaharui pola pikir masyarakat yang tradisional ke pola pikir modern.
Berdasar pada fungsi dan peranannya yang besar itu, Wilbur Schramm (1982), menyebut pers sebagai “Agen Pembaharu”.
Sebagai agen pembaharu, pers dapat memainkan perannya yang besar dalam proses perubahan sosial yang berlangsung dalam suatu masyarakat atau suatu bangsa. Melalui informasi-informasi sebagai hasil kerja jurnalistik yang disajikan kepada masyarakat pembaca (publik), pers dapat merangsang proses pengambilan keputusan di dalam masyarakat, serta membantu mempercepat proses peralihan masyarakaty yang semula berpikir tradisional ke alam pikiran dan sikap masyarakat modern.
 Menurut Wilbur Schramm, ada sembilan peranan pers yang sangat membantu terwujudnya proses perubahan di kalangan masyarakat. Sembilan peranan per situ meliputi:
1.      Pers dapat memperluas cakrawala pemikiran.
2.      Dapat memusatkan perhatian.
3.      Mampu menumbuhkan aspirasi.
4.      Mampu menciptakan suasana membangun.
5.      Mampu mengembangkan dialog tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah politik.
6.      Mampu mengenalkan norma-norma social.
7.      Mampu menumbuhkan selera.
8.      Mampu merubah sikap yang lemah menjadi sikap yang lebih kuat.
9.      Mampu sebagai pendidik.
Melihat pada apa yang telah dikerjakan pers selama ini, dalam kaitan menyampaikan berbagai informasi serta gagasan-gagasan mengenai pembangunan kepada masyarakat, terlihat jelas bahwa fungsi dan peranan pers dalam perubahan sosial di tengah masyarakat tidak dapat diingkari.
Pers atau kerja jurnalistik telah memberikan sumbangan yang besar dan amat berharga dalam merubah sikap pandang dan perilaku masyarakat untuk tanggap serta menerima kehadiran teknologi-teknologi baru.
Melalui berbagai karya jurnalistik atau informasi-informasi yang disajikan, pers akhirnya mampu mempengaruhi, merangsang serta menggerakkan masyarakat untuk turut serta terlibat secara aktif dalam beragam gerak dan aktivitas pembangunan di segala sektor.
Pers telah mencoba menempuh berbagai cara untuk ‘masuk lebih jauh’ ke berbagai ragam persoalan kehidupan masyarakat, baik di kota maupun pedesaan. Misalnya, di bidang kesehatan, pers sudah demikian gencar menginformasikan tentang perlunya menjaga kesehatan, menjaga kebersihan dan menghindari penyakit.
Demikian pula di bidang pembangunan hukum, pers tidak pernah berhenti memberitahukan kepada masyarakat tentang bagaimana menghindari kejahatan, bagaimana menghadapi tindak kriminalitas, bagaimana tentang hak  maupun kewajiban seseorang di depan hukum, serta tentang ajakan perlunya melawan korupsi.
Bahkan, di dalam pembangunan sektor keagamaan pun, pers memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Pers dapat dijadikan sarana dakwah yantg efektif, demi pengembangan dan keberhasilan syiar agama, misalnya syiar agama Islam.
Jadi, pers dapat dijadikan sebagai suatu ‘kekuatan besar’ dalam mempengaruhi, merubah perilaku, dan menggerakkan masyarakat. Terutama dalam menggerakkan masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakann yang positif dan bermanfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya juga, pers bias ‘diselewengkan’ untuk menggerakkan masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang bersifat destruktif, negatif atau tindakan-tindakan tidak bermanfaat lainnya.

E.      Peranan Jurnalistik Elektronik
Perandalam KBBI merujuk pada artian fungsi, secara sederhana bahwa peranan jurnalistik elektronik ialah apa yang diliputi oleh peranan jurnalistik secara umum, sebagai mana dikatakan Asep Saeful Muhtadi (2016: 18-21), bahwa fungsi jurnalistik antara lain:
1.       Fungsi Menyalurkan Informasi
Pers berfungsi melayani kebutuhan masyarakat akan informasi. Saat ini, informasi sudah berubah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Khalayak perlu mendapatkan kabar tentang segala sesuatu yang terjadi di bumi ini; tentang peristiwa besar yang terjadi, kenyataan sosial yang berkembang, gagasan atau pikiran orang yang sedang ramai diperbincangkan,  dsb.
Pers senantiasa berusaha menyajikan banyak hal yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan. Semuanya tersaji dalam lembaran koran dan majalah, atau dalam rangkaian program radio dan televisi.
2.       Fungsi Mendidik
Media massa mengambil alih peran orangtua, guru, kiai, pendeta, bahkan penguasa politik. Media memilikik ekuatan dalam mempengaruhi sekaligus mengubah pola pikir, sikap, dan prilaku public. Media telah berhasil memainkan salahsatu fungsinya sebagai saluran efektif dalam melakukan pendidikan sosial, politik, moral, dan berbagai arti kehidupan lainnya secara massal.
Salah satu televise yang pernah ada di Indonesia, mislanya, disajikan sebuah program pendidikan e-TV channel, atau saluran education-TV. Saluran ini khusus menyajikan program-program yang sarat nilai pendidikan, baik bentu sajian matapelajaran sekolah maupun film-film kartun yang juga sarat nilai-nilai edukatif.
3.       Fungsi Menghibur
Secaraumum, media massa memang memiliki fungsi menghibur. Bagi masyarakat yang tingkat apresiasinya masih relatif rendah terhadap informasi, media massa semata-mata hanya disikapi sebagai media hiburan. Selain itu, materi-materi yang bersifat hiburan, dimuat dengan maksud untuk mengimbangi berita-berita berat. Secara teknis, bagi koran, menyajikan materi yang bersifat hiburan memang lebih sulit dibanding radio dan televisi.
Dan darisini dapat kita lihat bahwa jurnalistik elektronik hadir untuk menjembatani media agar fungsi-fungs ijurnalistik bisa tersampaikan dengan efektif dan efisien. Masyarakat lebih menyukai mata acara hiburan yang ada di media elektronik ketimbang yang ada di media cetak seperti anekdot, puisi, cerpen, dsb.
4.       Fungsi Mempengaruhi
Hitler pernah memanfaatkan persuntuk melancarkan kampanye gagasan-gagasannya dalam mempengaruhi dan membujuk massa. Konon, pemilihan pers sebagai media propagandanya dilakukan karena kekuatan pengaruhnya yang cukup besar. Dengan pers, orang dapat dengan mudah mengatu r kesan dan membentuk opini.
Jika kitat erjun pada contoh konkretnya, banyak dari para elite politik yang membangun opini publik melalui jumpa pers, debat publik (seperti ILC), dan gestur yang ditunjukkannya dalam media massa berbasis elektronik, seperti TV dan tak jarang melayangkan gagasan-gagasanya melalui siaran radio.
Sebenarnya masih banyak lagi fungsi jurnalistik yang diantaranya, ada fungsi to control, to bridge, dsb.
Karena pada dasarnya jurnalistik elektronik adalah upaya transformasi media massa yang sebelumnya konvensional dan  sulit untuk diakses menjadi basis elektronik yang bisa denga nmudah dan cepat diakses oleh khalayak. Serta transformasi tersebut tidaklah mengurangi fungsi-fungsi jurnalistik yang ada.
Sedangkan peran jurnalistik elektronik jika ditinjau dari paradigma yang beririsan dengan media massa, maka seperti apa yang dikatakan Denis McQuail (1987), diantaranya:
1.            Industri pencipta lapangankerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
2.            Sumber kekuatan: alatk ontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3.            Forum untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4.            Wahana pengembangan kebudayaan: tatacara, mode, gayahidup, dannorma.
5.            Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, danmasyarakat.
Kemudian, perubahan sistem penyajian berita dalam jurnalistik elektroni kmenjadi warna baru media karena berita yang sebelumnya disuguhkan dengan visual lewat suratkabar, mengalami transisi sehingga berita bisadinikmati melalui audio serta audio visual.Dengan adanya cara penyajian baru dalam jurnalistik elektronik memberikan impresi baru pada masyarakat, sehingg aberita menjadi tidak jemu dan seolah dalam setiap konten berita terdapat unsur to entertain, seperti selingan musi saat hendak masuk acara berita, akan iklan, dansetelah selesai.Hal ini bertujuan agar audien sbisa tetapf okus mendenga rkan atau menyaksikan berita karena pada diri seseorang terdapat ruang dengar yang bisa disentuh untuk memfokuskan kembali pikiran pendengar. Perananan jurnalistik disini kami batasi agar tidak melebarpada era digital 4.0 yang merupakan bagian dari pada jurnalistik online.

F.       Keunggulan Jurnalistik Elektronik
1.       Mencakup objek (audience, penonton) yang lebih luas
Dibandingkan dengan jurnalistik cetak, penyebaran informasi melalui media elektronik melebih massif penyebarannya. Ini tidak lain karena perbedaan produksi keduanya, jika cetak terkadang ada batasan dari media nya dalam menentukan berapa banyak produksi mereka ,yaitu dengan mencetak seberapa eksemplar. Berbeda dibandingkan media elektronik yang tidak memiliki batasan seberapa banyak ia bisa menyampaikan informasi. Dalam sekali produksi biasanya media cetakakan dibatasi oleh eksemplar seperti yang dijelaskan sebelumnya, sementara media elektronik menyebarkan produksi mereka kepada publik tanpa batasan jumlah.
Kemampuannya mencakup lebih banyak penonton, membuat efesiansi penyebaran informasi melalui media elektronik lebih menguntungkan dibandingkan melalui media lainnya. Salah satu bukti untuk melihat bahwa media elektronik lebih mumpuni ialah makin banyak nya iklan yang menggunakan media inidibandingkan dengan cetak.Ini juga yang menjadi faktorbeberapa media cetak akhirnya terpaksa gulung tikar.
2.       Efisien waktu dan budget
Hampir setiap masyarakat Indonesia pasti memiliki TV ataupun radio di rumahnya. Media elektronik tersebut dengan mudah ditemui di lingkungan masyarakat, sehingga akses untuk informasi melalui media-media tersebut menjadi lebih efisien. Efisien tersebut merujuk pada kemudahan untuk mendapatkan informasi.Efisientersebut juga menilik pada kecepatan inforasi dalam hal ini kemudahan menurut sisi waktunya. Masyarakat hampir setiap waktu dari pagi hingga malam menonton telebvisi, sehingga informasi yang baru saja terjad idapat diketahui lebih cepat melalui media-media elektronik tadi. Televisi kini telah terdiri banyak saluran, dan setiap salurannya hampir semua nya memiliki konten untuk menyampaikan berita dan informasi. Sehingga media elektronik sebagai media menyampaikan informasi sangat dekat dengan masyarakat.
Bukan hanya itu, dibanding kan dengan media oline yang mungkin menuntut setiap orang memiliki android atau handphone, media elektronik lebih mudah didapatkan oleh masyarakatd ikarenakan harganya yang lebih murah.Biasanya juga, untuk saturumah cukup dengan satu televise sehingga untuk mendapatkan nyatida kmemerlukan banyak uang. Begitu pu ndengan radio, radio menjadi media yang lebih murah lagi.Sehingga aspek ekonomi juga menjadi keunggulan media elektronik dibandingkan media lainnya.

G.     Kekurangan Jurnalistik Elektronik
1.       Radio
Pesan media ini berlalu begitu cepat dan tidak bisa diulang kembali. bila tidak digarap dengan baik maka dengan mudah pendengar bisa langsung memindah gelombang radionya,umpan balik membutuhkan waktu sehingga sulit untuk melakukan evaluasi.
2.       Televisi
Biaya produksinya mahal,waktu yang dibutuhkanuntuk proses produksi sampai selesai sangat lama, khalayak sangat heterogensehingga sulit untuk menjangkau public sasaran yang diinginkan, peralatanpeliputannya sangat mahal dan rumit penggunaannya, bila tidak dipersiapkan dengan matang maka pesan isual itu justru menciptakan image buruk"
Iklan di radio jugamemilikibeberapakelemahan, yaitu :
1.       Konten iklan hanya dapat disajikan dalam format suara atau audio.
2.       Iklan di radio umumnya disuarakan cepat-cepat.
3.       Ada banyaknya stasiun radio dalam di dalam satu wilayah tertentumenyebabkan adanya tumpang-tindih para pengiklan untuk menjangkau audienstargetnya.
4.       Konten iklan di radio harus disesuaikan dengan daerah tempat iklan tersebut akan disiarkan.
5.       Pengiklan sulit untuk membuktikan apakahj angkauan siaran iklan sesuai dengan yang dipesan.
Sedangkan kelemahan dari iklan di media televisi adalah sebagai berikut :
1.       Biayanya mahal.
2.       Penayangannya  dalam durasi yang sangat singkat, sehingga pengiklan harus mampu mendesain konten yang atraktif terlepas dari terbatasnya waktu.
3.       Audiens yang dijangkau cenderung tidaks elektif saat menyaksikan konten iklan yang ditayangkan
4.       Bagaimana dengan kekurangan darii klan di media internet? Berikut ini penjelasan singkatnya :
5.       Masih banyak pengguna pemula yang beranggapan kalau sekali beriklan di internet, pembeliakan langsung datang. Padahalada proses yang harusdijalanijuga.
6.       Sering kali iklan gratis yang dimanfaatkan oleh pemula dan pebisnis skala mikro dankecil membuat mereka berlatihmengembangkan pasar. Sehingga dampaknya adalah kalah bersaingp ada skala pasar yang lebih besar di masa depan.
7.       Bagi pengiklan yang kurang menguasai internet, penggunaannya cenderung sulit untuk dipahami.
8.       Kecenderungan pengguna yang kurangmemaksimalkan berbagai media promosi yang dapat digunakan di internet. Contohnya adalah content marketing, search engine optimization (SEO), social media marketing, dan marketplace
9.       Intinya, dalam penyediaan berita pada media elektronik tidak dapat mengulang apa yang telah ditayangkan.
BAB III
PENUTUP
A.                 Kesimpulan
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka hasil karya jurnalistik yang dikemas dalam media massa juga berkembang dari segi bentuk, cara menyajikan bahasa dll. Jurnalistik elektronik disebut juga Broadcast Journalism, yakni proses jurnalistik yang hasil liputannya disebarkan melalui media radio dan televisi.
Macam macam Jurnalistik Elektronik yaitu radio dan televisi. Dalam sejarah, pada hakehatnya jurnalistik televisi lahir karena perkembangan teknologi.Peranan jurnalistik elektronik ialah apa yang diliputi oleh peranan jurnalistik secara umum, sebagai mana dikatakan Asep Saeful Muhtadi (2016: 18-21), bahwa fungsi jurnalistik antara lain:fungsi menyalurkan informasi,fungsi mendidik, fungsi menghibur, fungsi mempengaruhi. Sebenarnya masih banyak lagi fungsi jurnalistik yang diantaranya, ada fungsi to control, to bridge, dsb.
Jurnalistik elektronik juga mempunyai keunggulan dan kekurangan seperti yang telah dijelaskan diatas.Pada komunikasi massa kita artikan setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melelui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Seperti khalayak sendiri dianggap sebagai kepala kosong yang siap untuk menampung seluruh pesan komunikasi yang di curahkan kepada audien melalui penayangan-penayangan media televisi.
B.         Saran
Dari makalah ini, Kami harap para pembaca atau khususnya Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dapat memahami dan belajar seputar mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik  ini. Karena itu sangat penting terlebih lagi di jurusan dakwah. Semoga dapat mengambil manfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.




DAFTAR PUSTAKA

-   Romli, Asep Syamsul M. 1999. Jurnalistik Praktis untuk pemula. Jakarta: Grasindo.
-   McQuail, Denis. 1987. Mass Communication Theory (TeoriKomunikasi Massa). Jakarta: Erlangga
-   Muhtadi, AsepSaeful. 2016. Pengantar Ilmu Jurnalistik. Bandung: Simbiosa

-   http://www.academia.edu/17350474/KELEBIHAN_DAN_KEKURANGAN_MEDIA_ELEKTRONIK
-   https://www.scribd.com/document/270858068/Media-Cetak-Dan-Media-Elektronik
-   https://www.google.co.id/amp/s/blog.arfadia.com/pahami-pengertian-media-elektronik-jenis-dan-keunggulannya/amp/
-   http://sutirmaneka.blogspot.com/2011/10/memahami-jurnalistik-jurnalistik-dan.html?m=1

-   https://dikwanalmasa.wordpress.com/2015/11/16/makalah-jurnalistik-tv/

Meraih Impian menjadi Astronot | Film Iqro: My Universe

Tanggal rilis      11 Juli 2019 (Indonesia) Sutradara Iqbal Alfajri Produser Budiyati Abiyoga Tyas Abiyoga Penulis          Aisyah Ami...