JURNALISTIK ELEKTRONIK
MAKALAH
diajukan untuk memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik
Dosen : Drs.
Dadan Suherdiana, M. Ag
Asst : Dudi Rustandi,M.I.Kom
Anggota
Kelompok :
Abdul Azis Said (1174020001)
Acep Mohammad Kholis Munir (1174020002)
Agfar Firdaus Gumilar (1174020006)
Ahmad Rifa'i Yusuf (1174020010)
Alfi Nurfaizin (1174020014)
Aprilia Nur Islami (1174020022)
Aufia Muslimatun Nisa (1174020026)
Bisri zaenul mukti (1174020030)
Desy Rahmasari (1174020035)
Dinda salsabila (1174020039)
Fahrijal Nasri Alghifari (11174020044)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN
ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN
KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR
Ucapan puja-puji dan
syukur hanya semata milik Allah SWT. Hanya KepadaNya lah kami memuji dan
bersyukur, meminta ampunan dan pertolongan. Kepadanya juga lah kita meminta
perlindungan dari kejelekan diri dari syaiton yang senantiasa membisikkan
kebatilan kepada hati kita. Dengan rohmat serta pertolongan-Nya, puji syukur,
akhirnya makalah tentang pembahasan
seputar “JURNALISTIK
ELEKTRONIK” ini bisa terselesaikan dengan lancar.
Kami menyadari sepenuh hati bahwa tetap terdapat
kekurangan yang ada pada makalah ini. Kami menantikan kritik dan saran yang
membangun dari setiap pembaca untuk materi evaluasi kami mengenai penulisan
makalah selanjutnya. Kami berharap hal itu semua dapat dijadikan cambuk buat
kami supaya lebih mengutamakan kualitas makalah ini di masa yang selanjutnya.
Bandung, Desember 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar……………………………………………....................
Daftar Isi……………………………………………............…….............
BAB I Pendahuluan
A.
Latar Belakang………………………………..……..........
B.
Rumusan Masalah.....……………………………..........
C.
Tujuan …………………………....................................
D.
Manfaat …………………………….....………………..........
BAB II Pembahasan
A. Pengertian jurnalistik
elektronik..........................
B. Sejarah dan perkembangan jurnalistik
elektronik.
C. Macam-macam jurnalistik
elektronik..................
D. Tujuan fungsional dari jurnalistik
elektronik........
E. Peranan Jurnalistik
Elektronik.............................
F. Keunggulan Jurnalistik
Elektronik........................
G. Kekurangan jurnalistik
elektronik........................
BAB III Penutup
A.
Kesimpulan………………………………........................
B.
Saran…………………….............................................
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kegiatan jurnalistik sebenarnya sudah lama dikenal
manusia di dunia ini, karena selalu hadir di tengah-tengah kita, seiring dengan
kegiatan pergaulan hidup manusia yang dinamis, terutama sekali di era informasi
dan komunikasi dewasa ini.
Pada zaman dahulu, kegiatan jurnalistik tentu saja masih
sangat sederhana dan medianya belum berupa koran, tabloid, majalah, radio, televisi,
apalagi internet. Seiring perubahan dan perkembangan zaman, kegiatan
jurnalistik pun mengalami proses yang sangat dinamis. Dengan munculnya media
internet, kegiatan dan cabang jurnalistik pun turut berubah.
Media massa elektronik pun harus menyesuaikan diri dengan
perubahan dan perkembangan. Seperti televisi dan radio. Bersifat periodik.
Dalam komunikasi massa media tersebut, lembaga penyelenggaraan komunikasi bukan
secara perorangan, melainkan melibatkan benyak orang dengan organisasi yang
komplek serta pembiayaan yang besar. Karena media televise bersifat transitory
(hanya meneruskan) maka pesan-pesan yang disampaikan melalui komunikasi massa
media tersebut, hanya dapat didengar dan dilihat secara sekilas. Pesan-pesan di
televisi bukan hanya didengar, tetapi juga dapat dilihat di dalam gambar yang
bergerak (audio visual)
Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai jurnalistik
elektronik. Yang dapat diartikan komunikasi massa media televisi ialah proses
komunikasi antar komunikator dengan komunikan atau massa melalui sebuah sarana
yaitu televisi.
B.
Rumusan Masalah
a. Apa pengertian jurnalistik elektronik ?
b. Bagaimana sejarah dan perkembangan
jurnalistik elektronik ?
c. Apa saja macam-macam jurnalistik elektronik
?
d. Apa tujuan fungsional dari jurnalistik elektronik
?
e. Apa peranan jurnalistik elektronik ?
f.
Apa
keunggulan jurnalistik elektronik ?
g.
Apa
kekurangan jurnalistik elektronik ?
C.
Tujuan
a.
Untuk mengetahui pengertian
jurnalistik elektronik
b.
Untuk mengetahui sejarah dan
perkembangan jurnalistik elektronik
c.
Untuk mengetahui macam-macam
jurnlistik elektronik
d.
Untuk mengetahui tujuan
fungsional dari jurnalistik elektronik
e.
Untuk mengetahui peranan
jurnalistik elektronik
f.
Untuk mengetahui keunggulan
jurnalistik elektronik
g.
Untuk mengetahui kekurangan
jurnalistik elektronik
D.
Manfaat
a.
Mengetahui pengertian jurnalistik elektronik
b.
Mengetahui sejarah dan perkembangan jurnalistik
elektronik
c.
Mengetahui macam-macam jurnlistik elektronik
d.
Mengetahui tujuan fungsional dari jurnalistik
elektronik
e.
Mengetahui peranan jurnalistik elektronik
f.
Mengetahui keunggulan jurnalistik elektronik
g.
Mengetahui kekurangan jurnalistik elektronik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Jurnalistik Elektronik
Jurnalistik
adalah sebuah kegiatan untuk mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menyajikan
berita atau artikel sampai menyampaikan kepada khalayak (massa) dengan
menggunakan media tertentu. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif
untuk melahirkan berita. Maka pers dan jurnalistik di muat pada sebuah karya
yang harus menarik agar pembaca tertarik untuk menikmati berita yang kita
sajikan.
Sesuai
dengan pengertiannya juga maka hasil dari proses mencari, mengumpulkan,
mengolah dan menulis berita hingga menyampaikannya kepada khalayak dalam bentuk
media massa. Media massa adalah wadah, tempat yang menampung segala bentuk
berita informasi, kejadian yang dikemas dengan menarik.
Seiring
berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka hasil karya jurnalistik
yang dikemas dalam media massa juga berkembang dari segi bentuk, cara
menyajikan bahasa dll.
Sedangkan
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi
elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya. Istilah ini
merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun
sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk
diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familiar bagi
pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi
multimedia, dan konten daring. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun
digital, walaupun media baru pada umumnya berbentuk digital.
Jadi,
Jurnalistik elektronik disebut juga Broadcast Journalism, yakni proses
jurnalistik yang hasil liputannya disebarkan melalui media radio dan televisi.
B.
Sejarah Dan Perkembangan
Jurnalistik Elektronik
Berasal
dari kata Diurnalis -Journal berarti tiap hari, orang yang
melakukan pekerjaan tiap hari. Di Roma 2000 tahun, Acta Diurna
(Suatu tindakan-tindakan atau peristiwa harian) senat yang ditempel sebagai
pengumuman. Jadi jurnalistik adalah suatu kejadian dalam sehari-hari yang
membawa informasi yang sangat penting dan semua orang harus tahu (straightnews)
Dalam
sejarah, pada hakehatnya jurnalistik televisi lahir karena perkembangan
teknologi. Bermula dengan diketemukannya Electrische Teleskop sebagai
perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin, paul nipkov, untuk mengirim
gambar melalui udara dari satu tempat ketempat lain. Hal ini terjadi antara
tahun 1883-1884. Paul Nipkov diakui oleh seluruh dunia sebagai bapak televisi.
Setelah
100 tahun, perkembangan pertelevisian dunia menjadi sangat pesat. Dan bahkan
telah menggeser radio, sesama media elektronika yang sebelumnya telah merebut
hati dunia. Trilogi televisi yang terdiri dari studio pemancar pesawat
televisi, dan mekanisme kerjanya sehingga penonton televisi dapat mengikuti
siaran televisi, sangat menarik untuk dipelajari. (J B. Wahyudi, BA:1984)
Televisi,
merupakan perkembangan medium berikutnya setelah radio yang ditemukan dengan
karakternya yang spesifik yaitu audio visual. Peletak dasar utama teknologi
pertelevisian adalah Paul Nipkow dari Jerman pada tahun 1884. Ia menemukan alat
yang disebut sebagai Jantra Nipkow atau Nipkow Sheibe. Penemuannya tersebut
melahirkan electrische teleskop atau televisi elektris.
Perkembangan
Gambar
dan kata-kata merupakan hal penting dalam jurnalisme televisi. Kamera menjadi
mata pemirsa dalam melihat kejadian. Televisi merupakan media massa paling
hebat dibanding semua pendahulunya. Televisi tidak mengenal batas. Televisi
adalah fenomena yang muncul dari fenomena gelombang kemajuan abad ke-20, di
dalam penyempurnaan teknologi. Televisi melipatgandakan efek media dalam
menjalankan tugas, memberikan informasi, pendidikan, hiburan dan bimbingan.
Seiring
kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harian maka
tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media
elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio.
Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru
berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya
dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan
tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan
banyak media (multimedia).
Jurnalistik
bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan,
penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media
tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada
penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian
sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Pengertian tersebut tidak
hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dan sebagainya,
akan tetapi meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi.
Berdasarkan
media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik
(electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik
secara tersambung (online journalism). Dahulu kegiatan jurnalistik dilakukan
dengan cara-cara manual, mulai dari pencarian berita hingga kepada kegiatan
pelaporan berita atau pengumpulan berita dilakukan dengan cara yang masih
sangat sederhana. Hal ini dikarenakan dahulu alat-alat pendukung kegiatan
jurnalistik masih minim sekali. Selain itu juga jurnalistik pada zaman dahulu
hanya dipahami sebagai publikasi secara cetak. Tetapi sekarang tidak hanya dari
situ saja, media elektronik juga ikut andil dalam hal pemberitaan serta sebagai
pelaku media massa.
Dapat
dilihat bahwa sekarang ini dunia teknologi semakin berkembang. Perkembangan
teknologi tersebut juga memengaruhi perkembangan jurnalistik. Pada zaman dahulu
hanya seorang jurnalis profesional yang mampu melakukan kegiatan jurnalistik.
Dimana kegiatan jurnalistik yang dimaksud adalah mencari, mengumpulkan,
mengolah, dan melaporkan berita kepada masyarakat luas. Akan tetapi saat ini,
kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan oleh jurnalis profesional.
Dengan
ditemukan teknologi internet, kegiatan jurnalistik dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus memiliki
backgroun sebagai jurnalis profesional. Setiap orang bisa melakukan kegiatan
mencari, mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan berita kepada masyarakat luas.
Istilah yang digunakan untuk perkembangan jurnalistik tersebut yakni citizen
journalism. Dalam citizen journalism, semua anggota masyarakat mampu melakukan
kegiatan jurnalistik tanpa memandang latar belakang pendidikan dan keahlian.
Kehadiran citizen journalism mendorong setiap orang untuk berani menulis dan
melaporkan informasi/berita kepada banyak orang tanpa memerlukan label atau
status jurnalis profesional.
C.
Macam-Macam Jurnalistik
Elektronik
Karna berkembangnya ilmu pengetahuan, maka disamping ada
media cetak, maka ada pula karya jurnalistik elektronik atau penyiaran. Media
elektronik atau penyiaran adalah Semua kegiatan yang memungkinkan adanya siaran
yang meliputi segala aspek ideal, perangkat lunak, dan keras yang menggunakan
saran pemancar/transmisi baik didarat maupun diantariksa dengan mengunakan
gelombang elektromagnetik atau jenis gelombang yang lebih tinggi untuk dipancar
luaskan kepada khalayak. Segala peralatan yang digunakan untuk memperlancar aktifitas
penyiaran disebut sebagai media massa periodic elektronik.
1.
Radio
Radio adalah media yang bersifat auditori (untuk
didengar). Karena itu, menyampaikan informasi melalui radio relatif lebih sulit
dibandingkan dengan televisi. Ketika pembaca berita menyajikan informasi, ia
harus bisa menggambarkan peristiwa tersebut secara jelas, sehingga bisa
ditangkap oleh imajinasi pendengar. Inilah yang membuat radio disebut sebagai
theatre of mind.
Penulisan teks berita radio (untuk dibaca oleh news
reader) harus menggunakan bahasa yang mudah dibaca oleh news reader dan mudah
pula didengar oleh audiens. Untuk mencapai tujuan tersebut, jurnalis radio
menggunakan teori ELF (Easy Listening Formula), yaitu penulisan yang jika
diucapkan, mudah didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama. Karena
dalam radio tidak ada pengulangan. Tidak seperti media cetak yang bisa dibaca
beberapa kali oleh penerima informasi.
Walaupun radio identik dengan hiburan, namun tidak
berarti semua radio melulu menyuguhkan hal itu. Seiring berkembangnya dunia
jurnalistik, banyak radio khusus berita yang tumbuh dan berkembang, bahkan
dengan sangat pesat. Sebagai contoh, kita mengenal radio Elshinta dan Trijaya
Network. Kedua radio ini menyuguhkan beragam informasi dan berita. Tidak menjadikan
musik atau hiburan sebagai produk utama.
Di kancah internasional kita mengenal radio VOA (Voice of
America). Radio ini merupakan radio khusus berita yang sudah mendunia. Berita
disajikan dalam berbagai bahasa. Tentu saja berita itu datang dari berbagai
penjuru dunia.
Pada awalnya, tumbuh keraguan terhadap media-media
elektronik yang secara khusus menyajikan produk jurnalistik. Karena media
elektronik identik dengan hiburan. Kehadiran media elektronik yang malulu
menyuguhkan berita, hanya akan membuat masyarakat jenuh untuk menyaksikan dan
mendengarkannya. Namun itu semua tidak terbukti, justru kehadiran radio dan
televisi khusus berita menghilangkan dahaga masyarakat, dan memenuhi kebutuhan
mereka terhadap informasi. Mengingat kurangnya porsi pemberitaan yang ada pada
media hiburan.
Kelebihan dari media ini, bisa cepat langsung di terima
di public, pesannya mempunyai kekuatan mempersuasi secara emosional, proses
produksinya sederhana dan fleksibel, khalayaknya khusus, harga pesawatnya
terjangkau dan bisa dibawa kemana-mana, biaya produksi rendah, bisa menjangkau
wilayah yang sulit bahkan melalui batas Negara, isi pesan mampu dipahami oleh
siapa saja termasuk yang tidak bisa membaca. Namun kekurangannya, pesan media
ini berlalu begitu cepat dan tidak bisa diulang kembali. Bila tidak digarap
dengan baik maka dengan mudah pendengar bisa langsung memindah gelombang
radionya, umpan balik membutuhkan waktu sehingga sulit untuk melakukan
evaluasi.
2. Televisi
Televisi adalah Media massa elektronik yang bersifat
audio visual serta kemampuan memainkan gambar sehingga mampu menstimulasi
pendengaran dan pengelihatan. Namun Prinsip dasar televisi lebih rumit, karena
suara dan gambar diatur sedemikian rupa agar tersaji dan diterima oleh khalayak
secara sikron.
Berdasarkan pengamatan para ahli pertelevisian, informasi
dari televisi diingat lebih lama dibanding dengan yang diperoleh melalui
membaca (media cetak). Sekalipun informasi yang disuguhkan persis sama. Hal itu
karena terdapatnya visualisasi berbentuk gambar bergerak dalam televisi.
Visualisasi tersebut berfungsi sebagai penambah dan pendukung narasi yang
dibaca reporter atau newsreader. Jadi, dalam menerima informasi, khalayak tidak
hanya menggunakan satu indera, melainkan dua indera sekaligus. Yaitu mata dan telinga.
Hal inilah yang menjadi keunggulan media televisi
dibanding media informasi lainnya. Efisiensi jurnalistik televisi pun lebih
meyakinkan.
Berbagai macam produk jurnalistik televisi disuguhkan
kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Diantara
produk-produk jurnalistik televisi tersebut adalah:
a. News (berita)
Setiap televisi memiliki acara khusus berita. Baik itu
televisi pemerintah, swasta, bahkan lokal. Sebagai contoh, di SCTV terdapat
program Liputan 6, Trans TV memiliki program Reportase, RCTI dengan Seputar
Indonesia, dan lain sebagainya.
b. Interview (wawancara)
Program wawancara ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari
program news. Namun kini, kebanyakan televise memilih membuat acara khusus
untuk wawancara narasumber terkait masalah-masalah aktual.
c. Feature
Produk jurnalistik seperti ini menyajikan berita ringan.
Seperti tempat-tempat wisata, aneka makanan, kebudayaan, dan lain sebagainya.
d. Editorial
Dalam jurnalistik media cetak kita mengenal istilah tajuk
rencana. Begitu juga dengan media elektronik. Melalui editorial, redaktur
menuturkan opini dan sikap resmi media tersebut dalam menanggapi suatu
permasalahan yang sedang ramai di tengah masyarakat.
e. Live reporting atau siaran pandangan mata
Laporan pandangan mata merupakan program siaran langsung
dari tempat kejadian. Sering juga disebut on the spot reporting. Namun tidak
semua pelaporan jenis ini disiarkan langsung pada waktu yang sebenarnya.
Sebagai contoh, tidak semua pertandingan sepak bola disiarkan secara langsung,
melainkan ada pula yang merupakan siaran tunda.
D. Tujuan Fungsional Dari Jurnalistik Elektronik
Fungsi dan Peran Jurnalistik
Pers atau bidang kerja jurnalistik pada dasarnya
mempunyai fungsi sebagai:
1.
Pemberi informasi.
Pemberi informasi – Fungsi utama pers adalah pemberi
informasi atau menyiarkan informasi kepada pembaca (publik). Informasi yang
disajikan melalui karya-karya jurnalistik, seperti berita (straight news),
feature, reportase dan lainnya, memang sesuatu yang sangat diharapkan publik pembaca,
ketika membaca, membeli dan berlangganan media pers. Informasi yang disampaikan
pun beragam jenisnya. Tidak hanya sebatas informasi yang berkaitan dengan suatu
peristiwa, tetapi juga bersifat ide, gagasan-gagasan, pendapat atau
pikiran-pikiran orang lain yang memang layak untuk disampaikan ke publik
pembaca.
2.
Pemberi hiburan.
Pemberi hiburan – Media pers juga punya fungsi untuk
menghibur publik pembaca. Menghibur dalam kaitan meredakan atau melemaskan
ketegangan-ketegangan pikiran karena kesibukan aktivitas kehidupan. Jadi,
informasi yang disajikan media pers tidak hanya berita-berita serius atau
berita-berita berat (hard news), tapi juga berita-berita atau karya jurnalistik
lainnya yang mampu membuat pembaca tersenyum, dan melemaskan otot-otot pikirannya.
Karya-karya menghibur itu bias ditemukan dalam bentuk karya fiksi, seperti
cerpen, cerita bersambung, cerita bergambar, karikatur, gambar-gambar kartun,
bahkan juga tulisan-tulisan yang bersifat human interest.
3.
Pemberi kontrol (alat kontrol sosial)
Pemberi kontrol (alat kontrol sosial) – Fungsi pemberi
kontrol atau sebagai alat kontrol sosial merupakan fungsi penting yang dimiliki
pers. Sebagai media penyampai informasi, media pers tidak hanya sebatas
menyampaikan atau memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa,
akan tetapi berkewajiban juga menyampaikan gagasan-gagasan maupun pendapat yang
berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Bila ada suatu kebijakan, baik
dari pemerintah maupun lembaga-lembaga tertentu, yang dipandang tidak sesuai
atau berlawanan dengan kepentingan masyarakat, media pers punya kewajiban untuk
mengingatkan. Cara mengingatkannya dilakukan melalui tulisan di tajuk rencana
maupun karya jurnalistik lainnya.
4.
Pendidik masyarakat.
Pendidik masyarakat – Fungsi sebagai pendidik masyarakat
ini juga merupakan fungsi penting yang disandang media pers. Dalam pengertian
yang luas, pers berkewajiban mendidik masyarakat pembacanya dengan memberikan
beragam pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi peningkatan nilai kehidupan. Sajian-sajian
karya jurnalistiknya haruslah mencerahkan dan memberikan tambahan pengetahuan
serta wawasan yang luas, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman atau
pengertian baru tentang kehidupan yang lebih maju dibanding sebelumnya.
Dengan fungsi-fungsinya itu pers memiliki pengaruh yang
cukup besar terhadap masyarakat. Melalui pengaruhnya, pers (media cetak dan
media elektronik) dapat membawa dan menyampaikan pesan-pesan maupun
gagasan-gagasan (dikemas dalam karya jurnalistik) yang membangun dan bermanfaat
bagi kehidupan manusia.
Demikian pula dalam pembangunan di bidang sosial-budaya,
atau bentuk-bentuk kehidupan di dalam masyarakat, misalnya dalam mewujudkan
terjadinya perubahan sosial atau peralihan masyarakat tradisional ke masyarakat
modern, pers dengan pengaruhnya dapat mempercepat proses perubahan sosial
maupun peralihan itu.
Pers melalui karya-karya jurnalistik yang disajikannya
mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam menciptakan suatu sikap
pembaharuan dalam perilaku dan tatanan sosial serta sikap budaya masyarakat.
Khususnya dalam memperbaharui pola pikir masyarakat yang tradisional ke pola
pikir modern.
Berdasar pada fungsi dan peranannya yang besar itu,
Wilbur Schramm (1982), menyebut pers sebagai “Agen Pembaharu”.
Sebagai agen pembaharu, pers dapat memainkan perannya
yang besar dalam proses perubahan sosial yang berlangsung dalam suatu
masyarakat atau suatu bangsa. Melalui informasi-informasi sebagai hasil kerja
jurnalistik yang disajikan kepada masyarakat pembaca (publik), pers dapat
merangsang proses pengambilan keputusan di dalam masyarakat, serta membantu
mempercepat proses peralihan masyarakaty yang semula berpikir tradisional ke
alam pikiran dan sikap masyarakat modern.
Menurut Wilbur
Schramm, ada sembilan peranan pers yang sangat membantu terwujudnya proses
perubahan di kalangan masyarakat. Sembilan peranan per situ meliputi:
1. Pers dapat
memperluas cakrawala pemikiran.
2. Dapat
memusatkan perhatian.
3. Mampu
menumbuhkan aspirasi.
4. Mampu
menciptakan suasana membangun.
5. Mampu
mengembangkan dialog tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah
politik.
6. Mampu
mengenalkan norma-norma social.
7. Mampu
menumbuhkan selera.
8. Mampu
merubah sikap yang lemah menjadi sikap yang lebih kuat.
9. Mampu
sebagai pendidik.
Melihat pada apa yang telah dikerjakan pers selama ini,
dalam kaitan menyampaikan berbagai informasi serta gagasan-gagasan mengenai
pembangunan kepada masyarakat, terlihat jelas bahwa fungsi dan peranan pers
dalam perubahan sosial di tengah masyarakat tidak dapat diingkari.
Pers atau kerja jurnalistik telah memberikan sumbangan
yang besar dan amat berharga dalam merubah sikap pandang dan perilaku
masyarakat untuk tanggap serta menerima kehadiran teknologi-teknologi baru.
Melalui berbagai karya jurnalistik atau
informasi-informasi yang disajikan, pers akhirnya mampu mempengaruhi,
merangsang serta menggerakkan masyarakat untuk turut serta terlibat secara
aktif dalam beragam gerak dan aktivitas pembangunan di segala sektor.
Pers telah mencoba menempuh berbagai cara untuk ‘masuk
lebih jauh’ ke berbagai ragam persoalan kehidupan masyarakat, baik di kota
maupun pedesaan. Misalnya, di bidang kesehatan, pers sudah demikian gencar
menginformasikan tentang perlunya menjaga kesehatan, menjaga kebersihan dan
menghindari penyakit.
Demikian pula di bidang pembangunan hukum, pers tidak
pernah berhenti memberitahukan kepada masyarakat tentang bagaimana menghindari
kejahatan, bagaimana menghadapi tindak kriminalitas, bagaimana tentang hak maupun kewajiban seseorang di depan hukum,
serta tentang ajakan perlunya melawan korupsi.
Bahkan, di dalam pembangunan sektor keagamaan pun, pers
memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Pers dapat dijadikan sarana
dakwah yantg efektif, demi pengembangan dan keberhasilan syiar agama, misalnya
syiar agama Islam.
Jadi, pers dapat dijadikan sebagai suatu ‘kekuatan besar’
dalam mempengaruhi, merubah perilaku, dan menggerakkan masyarakat. Terutama
dalam menggerakkan masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakann yang positif
dan bermanfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya juga, pers bias ‘diselewengkan’
untuk menggerakkan masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang bersifat
destruktif, negatif atau tindakan-tindakan tidak bermanfaat lainnya.
E.
Peranan Jurnalistik Elektronik
Perandalam KBBI merujuk pada artian fungsi, secara sederhana
bahwa peranan jurnalistik elektronik ialah apa yang diliputi oleh peranan jurnalistik
secara umum, sebagai mana dikatakan Asep Saeful Muhtadi (2016: 18-21), bahwa fungsi
jurnalistik antara lain:
1.
Fungsi Menyalurkan Informasi
Pers berfungsi melayani kebutuhan masyarakat akan informasi.
Saat ini, informasi sudah berubah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Khalayak
perlu mendapatkan kabar tentang segala sesuatu yang terjadi di bumi ini; tentang
peristiwa besar yang terjadi, kenyataan sosial yang berkembang, gagasan atau pikiran
orang yang sedang ramai diperbincangkan, dsb.
Pers senantiasa berusaha menyajikan banyak hal yang berkaitan
dengan hidup dan kehidupan. Semuanya tersaji dalam lembaran koran dan majalah,
atau dalam rangkaian program radio dan televisi.
2.
Fungsi Mendidik
Media massa mengambil alih peran orangtua, guru, kiai,
pendeta, bahkan penguasa politik. Media memilikik ekuatan dalam mempengaruhi sekaligus
mengubah pola pikir, sikap, dan prilaku public. Media telah berhasil memainkan salahsatu
fungsinya sebagai saluran efektif dalam melakukan pendidikan sosial, politik,
moral, dan berbagai arti kehidupan lainnya secara massal.
Salah satu televise yang pernah ada di Indonesia, mislanya,
disajikan sebuah program pendidikan e-TV channel, atau saluran education-TV.
Saluran ini khusus menyajikan program-program yang sarat nilai pendidikan, baik
bentu sajian matapelajaran sekolah maupun film-film kartun yang juga sarat nilai-nilai
edukatif.
3.
Fungsi Menghibur
Secaraumum, media massa memang memiliki fungsi menghibur.
Bagi masyarakat yang tingkat apresiasinya masih relatif rendah terhadap informasi,
media massa semata-mata hanya disikapi sebagai media hiburan. Selain itu,
materi-materi yang bersifat hiburan, dimuat dengan maksud untuk mengimbangi berita-berita
berat. Secara teknis, bagi koran, menyajikan materi yang bersifat hiburan memang
lebih sulit dibanding radio dan televisi.
Dan darisini dapat kita lihat bahwa jurnalistik elektronik
hadir untuk menjembatani media agar fungsi-fungs ijurnalistik bisa tersampaikan
dengan efektif dan efisien. Masyarakat lebih menyukai mata acara hiburan yang
ada di media elektronik ketimbang yang ada di media cetak seperti anekdot,
puisi, cerpen, dsb.
4.
Fungsi Mempengaruhi
Hitler pernah memanfaatkan persuntuk melancarkan kampanye
gagasan-gagasannya dalam mempengaruhi dan membujuk massa. Konon, pemilihan pers
sebagai media propagandanya dilakukan karena kekuatan pengaruhnya yang cukup besar.
Dengan pers, orang dapat dengan mudah mengatu r kesan dan membentuk opini.
Jika kitat erjun pada contoh konkretnya, banyak dari para
elite politik yang membangun opini publik melalui jumpa pers, debat publik
(seperti ILC), dan gestur yang ditunjukkannya dalam media massa berbasis elektronik,
seperti TV dan tak jarang melayangkan gagasan-gagasanya melalui siaran radio.
Sebenarnya masih banyak lagi fungsi jurnalistik yang
diantaranya, ada fungsi to control, to bridge, dsb.
Karena pada dasarnya jurnalistik elektronik adalah upaya transformasi
media massa yang sebelumnya konvensional dan
sulit untuk diakses menjadi basis elektronik yang bisa denga nmudah dan cepat
diakses oleh khalayak. Serta transformasi tersebut tidaklah mengurangi fungsi-fungsi
jurnalistik yang ada.
Sedangkan peran jurnalistik elektronik jika ditinjau dari
paradigma yang beririsan dengan media massa, maka seperti apa yang dikatakan
Denis McQuail (1987), diantaranya:
1. Industri
pencipta lapangankerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya
dalam periklanan/promosi.
2. Sumber
kekuatan: alatk ontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3. Forum
untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4. Wahana
pengembangan kebudayaan: tatacara, mode, gayahidup, dannorma.
5. Sumber
dominan pencipta citra individu, kelompok, danmasyarakat.
Kemudian, perubahan sistem penyajian berita dalam jurnalistik
elektroni kmenjadi warna baru media karena berita yang sebelumnya disuguhkan dengan
visual lewat suratkabar, mengalami transisi sehingga berita bisadinikmati melalui
audio serta audio visual.Dengan adanya cara penyajian baru dalam jurnalistik elektronik
memberikan impresi baru pada masyarakat, sehingg aberita menjadi tidak jemu dan
seolah dalam setiap konten berita terdapat unsur to entertain, seperti selingan
musi saat hendak masuk acara berita, akan iklan, dansetelah selesai.Hal ini bertujuan
agar audien sbisa tetapf okus mendenga rkan atau menyaksikan berita karena pada
diri seseorang terdapat ruang dengar yang bisa disentuh untuk memfokuskan kembali
pikiran pendengar. Perananan jurnalistik disini kami batasi agar tidak melebarpada
era digital 4.0 yang merupakan bagian dari pada jurnalistik online.
F.
Keunggulan Jurnalistik
Elektronik
1.
Mencakup objek (audience, penonton) yang lebih luas
Dibandingkan dengan jurnalistik cetak, penyebaran informasi
melalui media elektronik melebih massif penyebarannya. Ini tidak lain karena perbedaan
produksi keduanya, jika cetak terkadang ada batasan dari media nya dalam menentukan
berapa banyak produksi mereka ,yaitu dengan mencetak seberapa eksemplar.
Berbeda dibandingkan media elektronik yang tidak memiliki batasan seberapa banyak
ia bisa menyampaikan informasi. Dalam sekali produksi biasanya media cetakakan dibatasi
oleh eksemplar seperti yang dijelaskan sebelumnya, sementara media elektronik menyebarkan
produksi mereka kepada publik tanpa batasan jumlah.
Kemampuannya mencakup lebih banyak penonton, membuat efesiansi
penyebaran informasi melalui media elektronik lebih menguntungkan dibandingkan melalui
media lainnya. Salah satu bukti untuk melihat bahwa media elektronik lebih mumpuni
ialah makin banyak nya iklan yang menggunakan media inidibandingkan dengan cetak.Ini
juga yang menjadi faktorbeberapa media cetak akhirnya terpaksa gulung tikar.
2.
Efisien waktu dan budget
Hampir setiap masyarakat Indonesia pasti memiliki TV
ataupun radio di rumahnya. Media elektronik tersebut dengan mudah ditemui di
lingkungan masyarakat, sehingga akses untuk informasi melalui media-media
tersebut menjadi lebih efisien. Efisien tersebut merujuk pada kemudahan untuk mendapatkan
informasi.Efisientersebut juga menilik pada kecepatan inforasi dalam hal ini kemudahan
menurut sisi waktunya. Masyarakat hampir setiap waktu dari pagi hingga malam menonton
telebvisi, sehingga informasi yang baru saja terjad idapat diketahui lebih cepat
melalui media-media elektronik tadi. Televisi kini telah terdiri banyak saluran,
dan setiap salurannya hampir semua nya memiliki konten untuk menyampaikan berita
dan informasi. Sehingga media elektronik sebagai media menyampaikan informasi sangat
dekat dengan masyarakat.
Bukan hanya itu, dibanding kan dengan media oline yang
mungkin menuntut setiap orang memiliki android atau handphone, media elektronik
lebih mudah didapatkan oleh masyarakatd ikarenakan harganya yang lebih murah.Biasanya
juga, untuk saturumah cukup dengan satu televise sehingga untuk mendapatkan nyatida
kmemerlukan banyak uang. Begitu pu ndengan radio, radio menjadi media yang
lebih murah lagi.Sehingga aspek ekonomi juga menjadi keunggulan media elektronik
dibandingkan media lainnya.
G. Kekurangan Jurnalistik Elektronik
1.
Radio
Pesan media ini berlalu begitu cepat dan tidak bisa
diulang kembali. bila tidak digarap dengan baik maka dengan mudah pendengar
bisa langsung memindah gelombang radionya,umpan balik membutuhkan waktu
sehingga sulit untuk melakukan evaluasi.
2.
Televisi
Biaya produksinya mahal,waktu yang dibutuhkanuntuk proses
produksi sampai selesai sangat lama, khalayak sangat heterogensehingga sulit
untuk menjangkau public sasaran yang diinginkan, peralatanpeliputannya sangat
mahal dan rumit penggunaannya, bila tidak dipersiapkan dengan matang maka pesan
isual
itu justru menciptakan image buruk"
Iklan di radio jugamemilikibeberapakelemahan, yaitu :
1.
Konten iklan hanya dapat disajikan dalam format suara atau
audio.
2.
Iklan di radio umumnya disuarakan cepat-cepat.
3.
Ada banyaknya stasiun radio dalam di dalam satu wilayah tertentumenyebabkan
adanya tumpang-tindih para pengiklan untuk menjangkau audienstargetnya.
4.
Konten iklan di radio harus disesuaikan dengan daerah tempat
iklan tersebut akan disiarkan.
5.
Pengiklan sulit untuk membuktikan apakahj angkauan siaran
iklan sesuai dengan yang dipesan.
Sedangkan kelemahan dari iklan di media televisi adalah sebagai
berikut :
1.
Biayanya mahal.
2.
Penayangannya dalam
durasi yang sangat singkat, sehingga pengiklan harus mampu mendesain konten
yang atraktif terlepas dari terbatasnya waktu.
3.
Audiens yang dijangkau cenderung tidaks elektif saat menyaksikan
konten iklan yang ditayangkan
4.
Bagaimana dengan kekurangan darii klan di media internet?
Berikut ini penjelasan singkatnya :
5.
Masih banyak pengguna pemula yang beranggapan kalau sekali
beriklan di internet, pembeliakan langsung datang. Padahalada proses yang
harusdijalanijuga.
6.
Sering kali iklan gratis yang dimanfaatkan oleh pemula dan
pebisnis skala mikro dankecil membuat mereka berlatihmengembangkan pasar.
Sehingga dampaknya adalah kalah bersaingp ada skala pasar yang lebih besar di
masa depan.
7.
Bagi pengiklan yang kurang menguasai internet,
penggunaannya cenderung sulit untuk dipahami.
8.
Kecenderungan pengguna yang kurangmemaksimalkan berbagai
media promosi yang dapat digunakan di internet. Contohnya adalah content
marketing, search engine optimization (SEO), social media marketing, dan
marketplace
9.
Intinya, dalam penyediaan berita pada media elektronik tidak
dapat mengulang apa yang telah ditayangkan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi
maka hasil karya jurnalistik yang dikemas dalam media massa juga berkembang
dari segi bentuk, cara menyajikan bahasa dll. Jurnalistik elektronik disebut
juga Broadcast Journalism, yakni proses jurnalistik yang hasil liputannya
disebarkan melalui media radio dan televisi.
Macam macam Jurnalistik Elektronik yaitu radio dan
televisi. Dalam sejarah, pada hakehatnya jurnalistik televisi lahir karena
perkembangan teknologi.Peranan jurnalistik elektronik ialah apa yang diliputi
oleh peranan jurnalistik secara umum, sebagai mana dikatakan Asep Saeful
Muhtadi (2016: 18-21), bahwa fungsi jurnalistik antara lain:fungsi menyalurkan
informasi,fungsi mendidik, fungsi menghibur, fungsi mempengaruhi. Sebenarnya
masih banyak lagi fungsi jurnalistik yang diantaranya, ada fungsi to control,
to bridge, dsb.
Jurnalistik elektronik juga mempunyai keunggulan dan kekurangan
seperti yang telah dijelaskan diatas.Pada komunikasi massa kita artikan setiap bentuk komunikasi yang
menyampaikan pernyataan secara terbuka melelui media penyebaran teknis secara
tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Seperti khalayak
sendiri dianggap sebagai kepala kosong yang siap untuk menampung seluruh pesan
komunikasi yang di curahkan kepada audien melalui penayangan-penayangan media
televisi.
B. Saran
Dari makalah ini, Kami harap para pembaca atau khususnya
Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dapat memahami dan belajar seputar
mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik ini.
Karena itu sangat penting terlebih lagi di jurusan dakwah. Semoga dapat
mengambil manfaat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
-
Romli, Asep Syamsul M. 1999. Jurnalistik Praktis untuk
pemula. Jakarta: Grasindo.
-
McQuail, Denis. 1987. Mass Communication Theory
(TeoriKomunikasi Massa). Jakarta: Erlangga
-
Muhtadi, AsepSaeful. 2016. Pengantar Ilmu Jurnalistik.
Bandung: Simbiosa
- http://www.academia.edu/17350474/KELEBIHAN_DAN_KEKURANGAN_MEDIA_ELEKTRONIK
- https://www.scribd.com/document/270858068/Media-Cetak-Dan-Media-Elektronik
- https://www.google.co.id/amp/s/blog.arfadia.com/pahami-pengertian-media-elektronik-jenis-dan-keunggulannya/amp/
- http://sutirmaneka.blogspot.com/2011/10/memahami-jurnalistik-jurnalistik-dan.html?m=1
-
https://dikwanalmasa.wordpress.com/2015/11/16/makalah-jurnalistik-tv/
