Masa Lalu, Liriklah ! Tapi Jangan Kau Simpan itu

Bila kita menilai orang dari masa kelamnya,
Sedikit banyaknya diri kita pun pernah melakukan kesalahan
hal” sepele saat belum mengetahui ilmunya.....

Bila kita menilai orang berdasarkan masa lalunya,
Maka diri kitapun tak pantas untuk dicinta....

Benar... semua orang punya masa lalu,
entah itu terang, entah itu gelap,
 jelasnya itulah pelajaran...

Dan siapa yang berada di dekat kita.
itulah yang harus menjadi pelajaran.
Bila terasa tidak baik, bimbinglah .
Ingatkan dengan cara yang baik.
Bila terasa tidak baik, syukurilah .

Tuntun  dengan cara yang baik.
Karena... betapa sulitnya bertemu dengan orang yang benar baik kata dan akhlaknya.

Bila ingin berjumpa dengan orang” yang baik, mari kita perbaiki jugalah akhlak dan perkataan kita.
RAMADHAN KAREEM

TRADISI DI SUNDA

Penulis kelahiran Bandung 1999 ini ternyata asli Sunda.

Di tanah kelahirannya pun ada sebuah Tradisi untuk menyambut Bulan yang penuh Berkah ini. Untuk orang Sunda, sudah tidak asing lagi mendengar istilah “Munggahan”. Ya, di sebagian tatar sunda lainnya melakukan Munggahan ini dengan Botram.


Tradisi Munggahan

Munggahan merupakan suatu tradisi menyambut bulan Ramdhan di masyarakat Sunda. Atau sebagian orang sunda ada yang melakukannya dengan cara Botram (makan bersama).
Tradisi  Munggahan ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Bulan Ramadhan.

Kata Munggahan berasal dari kata “Unggah” yang memiliki arti “kecap pagawean nincak ti han-dap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur”, yaitu beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas.

Tradisi Munggahan ini biasa Penulis lakukan dengan cara Botram. Acara makan makan bersama ini dapat dilakukan secara sederhana. Sebagian keluarga memilih untuk menghidangkan Nasi liwet, ikan asin, sambal, dan lalaban.

Untuk anak kost an yang Rumah asalnya tak jauh dari perantauan, mungkin akan segera memilih pulang ke rumah untuk sekedar bertemu sanak keluarga. Dan tradisi ini telah menjadi kebiasaan, sehingga banyak orang yang memilih membatalkan acaranya agar dapat melakukan Munggahan bersama Keluarga.

Sebelum memasuki Bulan Ramadhan, ada sebagian Keluarga yang melakukan “Bebersih” atau Mandi membersihkan badan. Bebersih ini dapat dilakukan di mana saja. Bahkan, dapat dilakukan di tempat-tempat wisata air, seperti pemandian air panas Ciater (Subang ), Ciwalini (Ciwidey), dan Cipanas (Garut).



Sekian, sedikit pemaparan tentang Munggahan oleh Penulis.
See you..

Wassalamu’alaikum...
RAMADHAN KAREEM

TRADISI MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Diantara 12 bulan dalam satu tahun, ada satu bulan yang paling ditunggu tunggu umat muslim untuk meraup gelimang pahala dan keberkahan. Ya, bulan itu adalah Bulan Ramadhan, bulan dimana Umat Muslim saling berlomba-lomba dalam kebaikan, dan meraih keberkahan yang tidak terdapat pada bulan bulan lainnya.

Bisa kita bayangkan, betapa antusiasnya umat islam menyambut bulan tersebut. Sehingga, tak jarang kita melihat masyarakat sekitar melakukan semacam tradisi untuk menyambut Bulan yang Mulia itu.

Terlebih lagi melihat penduduk indonesia yang terdiri dari bermacam –macam suku, adat dan budaya yang bersatu dan hidup dalam kerukunan.
Beda daerah beda pula cara masyarakat menyambut Bulan yang Suci ini.

Contohnya saja di Padang, masyarakat disana menyambutnya dengan tradisi Balimau.

Sebelumnya, Penulis pernah tinggal di Padang tepatnya di kelurahan Kuranji, Padang dan pernah mengikuti tradisi Balimau ini.


TRADISI BALIMAU

Tradisi balimau merupakan tradisi mandi bersama di sebuah sungai besar, dan biasanya hanya dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Kebiasaan warga  Minang ini dilakukan sebagai simbol untuk mensucikan diri sebelum memasuki Ramadhan.

Warga Padang biasanya melakukan Balimau ini di sungai-sungai besar. Salah satu sungai yang terkenal untuk melakukan tradisi ini yaitu di Batang Sungai Kuranji, Padang. Pemandangan Alam Sungai yang indah serta dipercantik dengan batu-batu sungai yang besar, menjadi daya tarik tersendiri untuk Balimau di Sungai ini.

Air sungai yang dialirkan langsung dari gunung Sago Padang ini masih sangat sejuk sekali. Sangat  cocok apabila setelah Balimau lalu makan dan berbincang-bincang sejenak. Dan tak lupa untuk mengabadikan moment tersebut.

Saat Balimau, anda dapat mengajak sanak keluarga atau bahkan teman yang berasal dari luar Ranah Minang untuk ikut merasakan euforia mandi bersama di sungai. Warga setempat lebih banyak melakukan Balimau bersama sanak keluarga, terlebih lagi bersama anak-anak atau saudara-saudaranya yang datang dari perantauan.



Mungkin cukup sekian Penulis memaparkan tentang Tradisi Balimau. Coming Soon, Penulis akan memposting kisahnya saat di Padang. See you...


Wassalamu’alaikum...

Meraih Impian menjadi Astronot | Film Iqro: My Universe

Tanggal rilis      11 Juli 2019 (Indonesia) Sutradara Iqbal Alfajri Produser Budiyati Abiyoga Tyas Abiyoga Penulis          Aisyah Ami...