RAMADHAN KAREEM

TRADISI DI SUNDA

Penulis kelahiran Bandung 1999 ini ternyata asli Sunda.

Di tanah kelahirannya pun ada sebuah Tradisi untuk menyambut Bulan yang penuh Berkah ini. Untuk orang Sunda, sudah tidak asing lagi mendengar istilah “Munggahan”. Ya, di sebagian tatar sunda lainnya melakukan Munggahan ini dengan Botram.


Tradisi Munggahan

Munggahan merupakan suatu tradisi menyambut bulan Ramdhan di masyarakat Sunda. Atau sebagian orang sunda ada yang melakukannya dengan cara Botram (makan bersama).
Tradisi  Munggahan ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Bulan Ramadhan.

Kata Munggahan berasal dari kata “Unggah” yang memiliki arti “kecap pagawean nincak ti han-dap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur”, yaitu beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas.

Tradisi Munggahan ini biasa Penulis lakukan dengan cara Botram. Acara makan makan bersama ini dapat dilakukan secara sederhana. Sebagian keluarga memilih untuk menghidangkan Nasi liwet, ikan asin, sambal, dan lalaban.

Untuk anak kost an yang Rumah asalnya tak jauh dari perantauan, mungkin akan segera memilih pulang ke rumah untuk sekedar bertemu sanak keluarga. Dan tradisi ini telah menjadi kebiasaan, sehingga banyak orang yang memilih membatalkan acaranya agar dapat melakukan Munggahan bersama Keluarga.

Sebelum memasuki Bulan Ramadhan, ada sebagian Keluarga yang melakukan “Bebersih” atau Mandi membersihkan badan. Bebersih ini dapat dilakukan di mana saja. Bahkan, dapat dilakukan di tempat-tempat wisata air, seperti pemandian air panas Ciater (Subang ), Ciwalini (Ciwidey), dan Cipanas (Garut).



Sekian, sedikit pemaparan tentang Munggahan oleh Penulis.
See you..

Wassalamu’alaikum...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Meraih Impian menjadi Astronot | Film Iqro: My Universe

Tanggal rilis      11 Juli 2019 (Indonesia) Sutradara Iqbal Alfajri Produser Budiyati Abiyoga Tyas Abiyoga Penulis          Aisyah Ami...