RAMADHAN KAREEM
TRADISI MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
Diantara 12 bulan dalam satu tahun, ada satu bulan yang paling ditunggu tunggu umat muslim untuk meraup gelimang pahala dan keberkahan. Ya, bulan itu adalah Bulan Ramadhan, bulan dimana Umat Muslim saling berlomba-lomba dalam kebaikan, dan meraih keberkahan yang tidak terdapat pada bulan bulan lainnya.
Bisa kita bayangkan, betapa antusiasnya umat islam menyambut bulan tersebut. Sehingga, tak jarang kita melihat masyarakat sekitar melakukan semacam tradisi untuk menyambut Bulan yang Mulia itu.
Terlebih lagi melihat penduduk indonesia yang terdiri dari bermacam –macam suku, adat dan budaya yang bersatu dan hidup dalam kerukunan.
Beda daerah beda pula cara masyarakat menyambut Bulan yang Suci ini.
Contohnya saja di Padang, masyarakat disana menyambutnya dengan tradisi Balimau.
Sebelumnya, Penulis pernah tinggal di Padang tepatnya di kelurahan Kuranji, Padang dan pernah mengikuti tradisi Balimau ini.
TRADISI BALIMAU
Tradisi balimau merupakan tradisi mandi bersama di sebuah sungai besar, dan biasanya hanya dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Kebiasaan warga Minang ini dilakukan sebagai simbol untuk mensucikan diri sebelum memasuki Ramadhan.
Warga Padang biasanya melakukan Balimau ini di sungai-sungai besar. Salah satu sungai yang terkenal untuk melakukan tradisi ini yaitu di Batang Sungai Kuranji, Padang. Pemandangan Alam Sungai yang indah serta dipercantik dengan batu-batu sungai yang besar, menjadi daya tarik tersendiri untuk Balimau di Sungai ini.
Air sungai yang dialirkan langsung dari gunung Sago Padang ini masih sangat sejuk sekali. Sangat cocok apabila setelah Balimau lalu makan dan berbincang-bincang sejenak. Dan tak lupa untuk mengabadikan moment tersebut.
Saat Balimau, anda dapat mengajak sanak keluarga atau bahkan teman yang berasal dari luar Ranah Minang untuk ikut merasakan euforia mandi bersama di sungai. Warga setempat lebih banyak melakukan Balimau bersama sanak keluarga, terlebih lagi bersama anak-anak atau saudara-saudaranya yang datang dari perantauan.
Mungkin cukup sekian Penulis memaparkan tentang Tradisi Balimau. Coming Soon, Penulis akan memposting kisahnya saat di Padang. See you...
Wassalamu’alaikum...
Hidupnya hati dengan Ilmu ~ Ilmu dijadikan untuk hati sebagaimana hujan diciptakan untuk bumi ~ Tidak ada kehidupan pada bumi kecuali dengan hujan ~ Demikian, tidak ada kehidupan untuk hati kecuali dengan ilmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Meraih Impian menjadi Astronot | Film Iqro: My Universe
Tanggal rilis 11 Juli 2019 (Indonesia) Sutradara Iqbal Alfajri Produser Budiyati Abiyoga Tyas Abiyoga Penulis Aisyah Ami...
-
Tugas Portofolio Jurnalisme Dakwah ➭ Berita 1. "Ragam Kegiatan Masjid Fathul Khoer" http://www.dakwahpos....
-
Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Faqih Dua mengadakan tadabbur alam ke Panorama Wisata Tangga Seribu Bukit Manglayang, Cibiru. Tadab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar